1. Dimulai.

17 0 0
                                        

Orang bilang, gak akan ada api kalau gak ada kompor.
Gak akan ada juga tamu yang datang, kalau pemilik rumah nya gak bukan pintu.
Terus, kalau tamu nya udah keburu terobos pintu rumah seseorang padahal welcome nya aja baru dikit dikit,
Gimana?
Inilah yang terjadi dalam kisah cinta seseorang itu, Alessana federicca.
Diharapkan, kalian bisa membaca dengan baik satu persatu kejadian yang terjadi dalam hidupnya, dan bisa petik setiap hikmah dibaliknya.
Bahwa apapun yang dimulai dengan cara yang tidak baik,
Pasti akan memetik hasil yang tidak baik juga.
Dan Alessa cuma bisa berkhayal,
Ingin kembali di saat itu, disaat semuanya masih menjadi miliknya seutuhnya.

------------------------------------------------------------------

November 2022.
Diary of Alessa.

Hai! Apa kabar kalian?
Dari kecill, obat yang mampu ngatasin semua kegaduhan di hati gue ya cuma ini, curhat sama buku.
Semuanya tertuang disini.
Paling penting, jangan sampe buku ini di baca sama bonyok, atau paling penting jangan sampe jatuh ke tangan siapa-siapa.
Karena ini hidup mati gue!

...
Semua berawal dari kepindahan gue dari kubah lubang buaya, ke jurang terdalam yang nggak pernah gue expect sebelumnya.
Karena kehadirannya,
Kehadiran seorang pria laknat yang belum lama gue kenal.
Si paling charming, si yang paling gue benci sedunia, si dia yang notif chatnya selalu gue tunggu,
Si pria dengan segala ke-khas an nya.

Percaya atau engga, jangan pernah terlalu percaya diri dalam hal apapun. Takut nya, udah pede abis dan gembar gembor kesana sini, tiba tiba malah kepleset minyak goreng pas di perjalanan.

Semua orang tahu siapa laki laki yang paling gue cinta. Orang yang baru kenal sama gue pun bahkan bisa tau kok, kan gue Pisces.
Bio Instagram, update story yang literally 24/7 sama Jio, kalung yang gue pakai dengan inisial namanya, dan masih banyak lagi.

Sampai kayaknya kuping gue mulai lelah dengaran celotehan temen temen laknat yang bilang hubungan gue dan Jio bahkan udah bisa lunasin satu KPR Honda beat. Gimana engga?
Ini tahun ke-8 kita pacaran.

Jio tampan dengan mata sipitnya yang karena keturunan Tionghoa, kulit sawo matang ditambah dengan tangan nya yang berurat.
Dia juga pemain basket, karena nya ga heran sih kalau badan nya juga kurus tinggi dan selalu fit.

Tapi bukan semua itu yang bikin gue jatuh cinta.
Dia selalu rela berkorban dulu, buat selalu bisa sama sama gue.
Siapa sih yang gak luluh sama effort?

Terhipnotis dengan ketampanan nya? Mungkin.
Gue nggak mengelak untuk bilang bahwa pria yang gue temui ini punya karisma dan ketampanan yang berbeda dengan Jio.

Wajahnya putih bersih, mulus, bahkan lebih mulus dari muka gue sebagai cewek.
Kulitnya apalagi, sangat bersih terawat untuk ukuran cowok.
Yang bikin lebih gilanya lagi, dia wangi.
Beneran. Dia sewangi itu.
Pas gue masuk ke dalem mobilnya pun, parfum mobilnya juga khas.
Parfum badannya juga khas. Tahan buat ga gilain dia?
Sulit.

Kalau kalian mau maki gue, langsung aja.
Tapi yang gue tau, kita sebagai cewek seringkali adalah makhluk yang paling munafik.
Bisa marah ketika cowok lo liatin cewe seksi lain, tapi ngga akan pernah terima kalau doi balik bacotin lo karena ketahuan lirik pria-pria modis ibu kota.
Dan pasti sekarang lo semua yang lagi baca ini senyam senyum sendiri kan karena bener?

Awalnya, seperti kondisi pada umumnya, gue cuma menganggap dia adalah atasan gue. Gue cuma berusaha untuk punya hubungan baik dengan calon atasan baru, setelah keputusan terakhir gue keluar dari tempat kerja lama berakhir drama, dan ngebuat relasi dengan bos gue rusak dan ancur.

Dan begitu di tempat baru sekarang, gue coba untuk benahin diri dan akrab dengan atasan baru.
Eh anjingnya, kepleset deh.

Memang dari awal interview sama Alvino, gue udah merasa orang ini beda.
Yap, namanya adalah Alvino. Alvino Indrajaya.

Gue merasa dia adalah sosok cowok spesies baru yang gue temuin.
Otak gue be like, "Ini calon bos gue? Kok cakep?"
Tapi yang terlintas ya hanya itu.
Yang penting, cepat keluar dari Neraka jahanam kantor lama gue itu. WKWK

Sesi interview pertama pun selesai, dan bos gue cuma bilang good luck bust psikotestnya.

Dan sampai di titik gue selesai psikotest dan keterima, dari sinilah awal mulai gue terjerumus ke situasi membagongkan yang gak pernah gue bayangin gue akan masuk.
Karena, gue sadar bahwa pepatah jilat ludah sendiri itu paling enak, itu benar adanya.
Dan gue adalah salah satu orang itu.

*** Lanjut baca part 2, yuk?***

A L I K EWhere stories live. Discover now