"Lili, kenalkan ini Pak Samuel Adinata." Miss Renata mengenalkan Lili pada seorang laki-laki dihadapannya. Laki-laki itu kira-kira berusia 30 tahun, mengenakan kemeja putih dan vest rajut kotak kotak berwarna dongker. Rambutnya sebatas telinga. Cukup gondrong untuk ukuran laki-laki yang memilih setelan formal.
"Sam." Kata laki-laki itu singkat sambil menjabat tangan Lili.
Angkuh adalah kesan pertama yang Lili dapatkan dari seorang Sam, karena baru bertemu Lili segera menepis pikiran itu. Yang terpenting, ia bisa bekerja sama dengan baik dalam proyek pembangunan rumah Miss Renata, pengusaha kuliner yang bisnisnya sedang naik daun.
"Saya harap kalian bisa mewujudkan rumah impian saya dengan konsep minimalis Jepang, dan sentuhan taman khas Jepang. Simple, tenang, tidak terlalu banyak ornamen. Saya ingin hunian yang tenang, yang ketika saya berada di rumah, saya bisa mendengar suara gemericik air dari taman, juga hembusan angin. Miss Lili, saya percayakan urusan pertaman pada anda." Miss Renata tersenyum sambil menepuk bahu Lili.
Sementara itu, Sam hanya menatap kertas desain rumah Miss Renata. Ia belum bicara sepatah katapun.
"Pak Sam, untuk teknis desain rumah dan lain-lain, silakan tanya ke asisten saya, Jack. Dia lebih paham bahasa arsitek ketimbang saya." Miss Renata tertawa kecil.
Setelah sekitar 30 menit meeting pertama untuk proyek pembangunan rumah Miss Renata, Lili segera berkemas membereskan tas dan peralatannya di meja cafe.
"Pak Sam, saya pamit dulu. Oh ya, nanti saya akan komunikasikan lagi untuk tahap selanjutnya, untuk nomor telpon.... "
BRUKKK
Tiba-tiba Sam mendorong Lili hingga terjatuh dan sebuah guci hiasan dinding yang posisinya tadi tepat di atas kepala Lili terjatuh. Ia shock. Sam sudah menyelamatkannya.
"Syukurlah Anda ga papa. Oh iya mohon maaf, badan Anda itu terlalu berisi. Anda sepertinya harus diet supaya lebih ringan dan lincah bergerak."
Duarrrrr
Body Shaming pertama dari seorang Samuel Adinata yang akan jadi rekan kerjanya dalam proyek ini. Lili sudah bisa membayangkan, Sam akan terus melakukan body shaming. Lili paham karakter orang seperti Sam. Ia rasanya ingin meledak. Bukan karena ia benci dengan bentuk tubuhnya, tapi ia ingin sekali mengedukasi orang-orang yang tidak menghargai bentuk tubuh orang lain. Seolah dirinya tuhan. Bahkan tuhan saja tidak pernah merendahkan.
"Pak Sam, terima kasih karena anda sudah menyelamatkan saya. Dan urusan berat badan saya, biarlah itu menjadi urusan saya. Dan terima kasih juga karena sudah menyarankan saya untuk diet, tapi saya tidak tertarik."
Lili kemudian merapikan rambutnya dan memakai tasnya lalu pergi meninggalkan Sam dengan perasaan jengkel.
YOU ARE READING
Lilibeth
RomanceLilibeth Sharena, perempuan 26 tahun dengan berat badan 75 kg dan tinggi 170 cm. Lili adalah penganut paham Self Love. Dia percaya, cantik itu milik semua wanita, apapun ukurannya. Cantik tidak hanya ditentukan oleh satu size saja. Lili sosok wanit...
