1

11 0 0
                                        

Hera mengibaskan rambutnya yang basah dari matanya, cuaca panas hari ini mungkin sudah lima ratus derajat celcius. pikirnya, tetapi dia masih bertahan untuk memanjat tembok belakang sekolah yang sangat tinggi. Hari ini dia terlambat pada saat MPLS, dengan susah payah dia memanjat dengan rok yang ketat. Sumpah serapah selalu dia ucapkan, merutuki abangnya yang tega meninggalkan nya dan membuatnya terlambat.

"Awas aja sih Doy sampe jumpa gue selepet tuh gigi kelincinya!" Geram Hera dengan gigi bergemeletuk

Sedikit lagi dia akan sampai tapi suara dari bawah mengalihkan pandangannya.

"Indahnya pemadangan-pemandangan, ada sempak warna hitam hihi"

Langsung saja Hera menjepit roknya dengan paha, matanya menatap tajam lelaki dibawah yang asik cengegesan.

"Eh bajingan mesum!" Wajah Hera terlihat begitu marah sampai telinganya memerah. Entahlah dia  sedang marah atau malu.

Sedangkan yang dipanggil bajingan mesum itu berusaha mencari celah untuk melihat kembali kedalam rok, dia mendengus melihat tidak ada celah.

Hera dengan panik berusaha untuk cepat-cepat memanjat tembok, dengan mata yang melirik tajam kearah bawah. Sungguh dia takut melihat laki-laki yang dibawah sana  memandanginya terus.

"Liat apa lu?! Awas aja ketemu lagi,   gue geprek titid lu!" Hera berhasil memanjat dan langsung lompat setelah mengatakannya.

Laki-laki tadi terkikik geli mengingat pemandangan sempak berwarna hitam milik Hera. Dia menggeleng kecil lalu memanjat tembok dengan mudah karena tubuh atletisnya dan jangan lupa tinggi badannya yang menjulang.

Hera dengan raut wajah kesal berjalan mengendap-endap, karena dia melihat ada anggota osis yang berjaga diujung koridor kelas. Baru aja ingin berlari kelapangan tasnya ditarik dengan kasar oleh seseorang, Hera berbalik ingin melihat siapa yang tidak sopannya menarik tasnya. Hera mendecih begitu melihat yang menariknya adalah perempuan dengan penampilan rapi, rambut diikat ponytail dan jangan lupakan almamater osis yang melekat.

CANTIKA PRAMUDYA

Hera melihat sekilas badge nama yang ada didada sebelah kanan perempuan itu.

Cantika menarik Hera untuk berdiri di podium, dengan kasar dia mendorong Hera. Lalu menatap tajam keseluruh anak baru yang sedang berbisik ribut dilapangan.

"DIAM!!" Bentak Cantika marah, seluruh anak baru menatap takut kerah Cantika. Alih-alih takut Hera yang berada disampingnya memutar bola mata dengan malas.

Cantika menunjuk Hera dengan alis yang menukik tajam "perhatikan dengan baik-baik wanita ini! Banyak kesalahan yang dia lakukan. Pertama, terlambat datang. Kedua, memakai rok ketat. Ketiga, bersikap dengan tidak sopan. Kalian masih anak baru jadi jangan bertingkah! Saya mau kamu pergi keruang kedisplinan dan berlari keliling lapangan seratus kali!"

Hera menganga tidak percaya " heh kak yang bener aja seratus kali! Kak kurangi deh ya ya ya" Hera mencoba bernegosiasi

"Saya tambahin minta tanda tangan seluruh anggota osis dalam waktu satu minggu!" Telak Cantika tanpa mengidahkan negosiasi Hera

Hera kesal bukan main, dia menatap sengit Cantika lalu pergi keruangan kedisiplinan yang dia tidak tau dimana. Cantika melanjutkan acara MPLS yang sempat terganggu, dengan langkah gontai Hera mencari ruang kedisiplinan dengan membaca satu-satu keterangan dipapan atas pintu setiap ruangan.

Mata Hera berbinar begitu menemukan ruang kedisiplinan, dia berlari kecil lalu masuk keruangan itu dengan mengetok pintu terlebih dahulu.

"Silahkan masuk" ucap suara dari dalam

Hera melangkah masuk, tetapi dia berhenti begitu melihat seseorang yang ada diruangan itu adalah lelaki mesum yang sempat melihat sempak nya.

Sial!!!. Hera merutuk dalam hati

"Ekhm, kamu siswa baru yng terlambat itu kan?" Tanya guru kedisiplinan

"Iya pak" Hera menjawab dengan tersenyum

"Kamu boleh duduk disebelah Lucas" tunjuknya pada kursi yang kosong disebelah lelaki mesum yang namanya Lucas.

"Oh Lucas" Hera bergumam kecil
 
"Ketemu lagi hitam!" Lucas berseru senang

Hera dengan ogah-ogahan duduk disamping Lucas, tanpa menghiraukan ucapan Lucas.

"Saya lagi sibuk banget, jadi kalian berdua saya hukum bersihkan halaman belakang sekolah ya" guru tersebut beranjak pergi meninggalkan Hera berduaan dengan Lucas.

"Hai gue Huang Lucas, siswa paling ganteng di SMA NEOCITY" Lucas mengulurkan tangannya untuk berjabat tapi diacuhkan Hera.

Hera memandang sinis Lucas "dih iya lu ganteng, tapi mesum!"

Lukas terkekeh "gue emang lagi beruntung aja lihat sempak lu, aslinya mah gue gak mesum. Gue anak baik-baik ya"

"Anak baik ndasmu! Buktinya aja lu masih berusaha ngitip rok gue kan njing?!"

Lucas berdecak kesal "lambe mu kasar banget ntar gue cium nih"

Hera menggeleng tidak percaya " emang sinting lu!!"

"Adik manis sopan dikit ya, gue senior lu"

Hera menaikkan alisnya bingung "jadi??" Tanyanya polos

Lucas mengusap wajah dengan kasar "Astaga! Gue lebih TUA dari lu dek, jadi lu harus sopan dong!" Lucas ngegas

"Cih, tua kok bangga!" Hera nyolot dengan wajah mengejek

"Udah deh biar gue aja yang bersihin halamannya, bisa stress gue lama-lama deket lu" Lucas menghela napas dengan kasar

"WAH SERIUS???" Hera berteriak heboh

Lucas meringis, telinganya berdenging "Iya anjirr, budek gue suara lu kek toa"

"Hehe Makasih Huang mesum Lucas" Hera segera berlari tapi dia berhenti dulu didepan pintu "eh wait! Nama lu asing deh, lu gak orang Indonesia asli ya?"

Lucas mengangguk "iya gue blasteran China Indonesia"

"Ohh, yaudah semangat nyapu Senior mesum" Hera menyemangati Lucas dan tersenyum dengan manis lalu pergi

Deggg

Lucas terpesona dengan senyum manis Hera, sumpah ini pertama kalinya Lucas melihat senyum semanis itu.  "Gila! Benar-benar gila! Senyumnya gak baik buat kesehatan jantung gue" Dengan dramatis Lucas meremat dadanya yang berdegub kencang.

🍓🍓🍓

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 23, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

CRAZY SENIOR ||♡WayV♡||Stories to obsess over. Discover now