Parkiran

9 1 0
                                        

Hari ini mendung, tapi rasa-rasanya suasana hatiku sekarang seperti aku sedang berjalan ditaman bunga saja.
Gak disangka sangka seminggu di SMA sudah ada yang bisa menjadi alasan buatku semangat pergi sekolah.

Iya dia! cowok yang sedang duduk diatas vario putih itu.

Wajahnya mungil dan agak runcing, kalau dia lagi noleh kesamping kanan atau kiri aku bisa lihat jelas gimana rahang itu bisa saja diukur dengan penggaris segitiga. Rambut sehitam jelaga yang gak dikasi pomade tapi menawan sekali. Terus matanya cantik sekali dengan alis tebal dan terlihat tajam hasil ukiran Tuhan.

BEUH DIA BENAR BENAR COWOK TAMPAN YANG MENARIK!
Walaupun hanya dapat ku tatap lewat kaca spion.

Mana berani aku melihatnya secara terang terangan!

Disini ramai, kayaknya bel sebentar lagi berbunyi. Aku penasaran dia kenapa lama sekali sih masuknya? apa sengaja ingin tebar pesona?

Sedari tadi yang kulihat dia hanya mengusap ngusap wajahnya sambil berkaca di spion motornya. Nah sekarang dia kembali bersandar lagi.

Haduh, untung hari ini bukan jadwal piket.

Jangan mengatai aku seorang penguntit ya, kalian pasti tau kan saat kalian tertarik pada seseorang pasti rasanya selalu ingin melihat orang itu. Dan tentu saja kepo dengan hal-hal tentangnya.

Em, aku jamin kayaknya naksir naksir gini tuh ga bertahan lama kecuali jika Tuhan berkehendak membolak balikkan hatiku. who knows?

Ah! dia sudah beranjak. Baiklah sekarang waktunya ucap perpisahan karena setelah ini aku tidak akan melihatnya lagi hingga esok hari.

“See you Nalen...” Gumamku lirih.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 10, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

sepertinya sukaStories to obsess over. Discover now