Chapter 1: Ingatan Lama yang Kembali

3.2K 188 30
                                        

"ANJIRR TELATT!" teriak indo panik, matanya melebar saat melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 06.40 pagi.

"PAHH! KENAPA NGGA BANGUNIN SIH?! ARRGGHHH!"

Asean, yang tengah menyiapkan sarapan di dapur, menoleh santai. "Yah, kamu sendiri bilang mau dibangunin pas Malay sama Phil udah pergi ke sekolah. Ya udah Papa nurut."

"Aaaakhh, tapi kan nggak jam segini juga kali pahhh! Aduhh mana bentar lagi masuk! Nggak usah mandi deh, langsung ganti baju aja!"

"HEH SARAPAN DULU GOBLOQ"

"Eh iya, Pah, hehe." Indo buru-buru mengambil sepotong roti dan menyumpalkannya ke mulut.

"Indo bwelangkwat dulwu ywa vahh! "(indo berangkat dulu ya pah)

"Hati-hati di jalan," jawab Asean sambil melambaikan tangan, wajahnya pasrah tapi hangat.

-○-

"Duhh, akhirnya nyampe juga," gumam Indo sambil terengah, keringat dingin membasahi pelipisnya.

"Untung masih ada lima menit. Gue ke ruang guru dulu deh."

Sementara itu di kelas Asia I

Suasana riuh tak terbendung. Kabar tentang murid baru yang akan masuk tiba-tiba menyebar bak angin puting beliung.

"Eh katanya hari ini ada murid baru ya? Kok dadakan banget sih?" tanya Singa sambil melongok ke arah pintu.

"Hmm, iya tuh. Padahal udah lewat setengah semester, malah ada siswa baru," celutuk Myanmar sambil menyeruput teh kotak.

Tiba-tiba saja percakapan mereka terpotong saat Malay berteriak.

"EH, CEPET DUDUK! PAK GURU DATANG!"

Kelas langsung porak poranda, semua murid berhamburan kembali ke tempat duduk, panik.

Ceklek

"Matt pagi, murid-muridku tercintahhh~ uhuyyy~!!" sambut Pak Guru dengan gaya khas yang.. ya, agak tidak waras.

"Selamat pagi, Pak..." sahut semua murid kompak, walau beberapa terdengar menghela napas dalam hati.

'Duh, ni Bapak kewarasannya ke mana sih..'

"Baiklah anak-anak gajah- eh maksud saya, murid-murid sekalian," lanjut Pak Guru, "hari ini kalian kedatangan teman baru. Silakan masuk, Nak."

Kriet

Tap tap tap tap

'T-tunggu, itu kan..' Tatapan Malay dan Phil langsung terpaku saat melihat siapa yang masuk. Seorang CH melangkah masuk, wajahnya begitu familiar..

"Hai! Salken, gue Indonesia, kalian bisa manggil gue indo aja kalo kepanjangan."

"HAHH?! INDOO?!"

Seluruh perhatian langsung beralih ke Malay dan Phil yang sontak berteriak. Indo yang melihat ekspresi terkejut mereka hanya tertawa kecil, geli sendiri.

"Malaysia, Philippines. Tolong jangan berteriak di dalam kelas," tegur Pak Guru sambil menatap mereka tajam.

"B-baik, Pak.."

Sang Sayap Emas Garuda || netherindoStories to obsess over. Discover now