Benar kata pepatah penyesalan selalu datang di akhir , dan penyesalan juga menjadi hukuman yang paling menyakitkan dan itu lah di rasakan oleh Renjun.
Pria berjas dokter itu mematung di taman rumah sakit tempat dia bekerja , Renjun melalang buana menyelami fikiran sendiri , mengenang memori lama tentang dirinya dengan seorang gadis yang selalu membuat hari nya berwarna.
Gadis yang itu bernama Kim seohee , gadis yang dia sebut aneh itu telah berhasil mencuri hati nya , bayangkan saja seohee dapat mengobrak abrik dunia Renjun yang monoton , namun sayangnya gadis itu sekarang hilang entah kemana , sejauh Renjun mencari gadis itu tak pernah dia temukan seolah-olah dia sengaja menghilang sesuai janjinya pada Renjun dulu .
Kalimat terakhir yang dia ucapkan sebelum pergi selalu berputar-putar di kepala Renjun.
" Renjun-ah selamat tinggal aku sayang kamu ehh bukan hanya sayang tapi juga cinta , kamu adalah cinta pertama dan akan menjadi cinta terakhir ku juga hehhehe , sebenarnya aku sedih karena tak bisa bertemu dengan mu lagi tapi aku ingin kamu bahagia , maka dari itu jaga dirimu baik-baik , jangan banyak minum kopi nanti kamu sakit kepala lagi juga Jangan banyak makan ramen,emmm aku terlalu banyak bicara yah maaf aku masih saja cerewet hehehe oke jaga dirimu baik-baik yah dadah semoga kita tak bertemu lagi "
Kalimat itu menjadi kalimat terakhir yang dia dengar karena besoknya Seohee menghilang bak buih di lautan.
Awalnya dia mengira semuanya akan baik-baik saja , hidup akan terus berjalan bukan ?? Tapi ternyata salah , Renjun merasa ada sesuatu yang kurang, harusnya dia senang karena orang yang selalu membuat nya kesal pergi tapi dia baru menyadari orang yang membuat nya kesal adalah orang yang juga membuat nya tersenyum.
Hambar ??
Yah hari-hari Renjun terasa hambar dan hidup nya kembali monoton tampan kehadiran gadis itu.
" Dr.Huang Renjun ??" Panggil seseorang dan Renjun pun menoleh dia menemukan seorang wali pasien yang tengah dia tangani.
" Tuan Kim " balas Renjun
" Apa yang dokter lakukan di sini , kelihatan nya dokter sedang memikirkan sesuatu ??" Tanya tuan kim
" Ahh tidak saya hanya mencari udara segar tuan Kim sendiri sedang mencari udara segar juga kah ??" Tanya Renjun balik
" Begitulah dokter " jawab tuan Kim
" Oh iya dokter saya ingin mengatakan beribu terima kasih karena telah merawat istri saya dengan baik , karena dia satu-satunya hal yang saya punya , saya tak bisa membayangkan jika saya kehilangan dia " sambung tuan Kim , pria paruh baya itu mengucapkan hal itu dengan begitu tulus bahkan matanya berkaca-kaca.
" Tuan Kim berterima kasihlah pada Tuhan , karena atas berkat nya lah istri anda bisa melalui masa kritisnya , kami tim dokter hanya membatu sedikit " jawab Renjun
Istri tuan Kim mengidap kanker rahim dan beberapa Minggu lalu dia menjalini operasi pengangkatan rahim , dan Renjun lah dokter yang di tunjuk untuk mengoperasi istri tuan Kim.
" Tapi tetap saja tanpa anda dan tim dokter lainya istri saya tidak mungkin selamat"
Renjun selalu bersyukur karena dapat menyelamatkan banyak pasien seperti ini , setelah beberapa perbincangan Renjun pamit untuk mengecek pasien .
***********
Renjun kembali termenung di ruangannya , setelah mencek beberapa pasien yang dia tangani dokter muda itu kembali ke ruangannya.
" Yooo Renjun-ah " Heachan sahabat Renjun membuka pintu ruangan Renjun tanpa mengetuk pintu seperti biasa.
" Ada apa ??" Tanya Renjun lemas
YOU ARE READING
Hilang
FanfictionTentang Renjun yang merasa kehilangan atas kepergiaan gadis yang menjadi alasannya tersenyum .
