hewlo, it's me again here.Ini bukan cerita yang panjang gitu ya, aku cuma bikin iseng aja tentang hari ini,hehe. Ga masalah kan? Soalnya hari ini campur aduk banget asli.For no reason gitu. Pokoknya ya baca aja! Have fun~ Btw,Mohon maaf lahir dan ba...
Suasana pagi hari ini terasa berbeda jika dibandingkan seperti biasanya.Pagi yang cerah menyambut Ramadhan dengan hangat.Bukan hanya itu,kami juga merayakan atas kenaikan Isa Almasih.Walau ada beberapa hari besar di hari ini,suasana hatiku tidak mendukung seperti hangatnya udara luar.Aku belum pernah merasa ini sebelumnya?Mengapa aneh sekali.Suasana hatiku hancur secara tiba-tiba setelah aku terbangun dari tidur yang nyenyak itu.Aku tidak bermimpi buruk,aku tidak memiliki dendam.Apa ini karena "dia" yang selalu membuatku bertanya-tanya?Gak mungkin.Bahkan aku tidak memikirkannya.Aku tidak nafsu untuk sarapan hari ini.Hatiku bertanya "Apa gunanya sarapan?Bukankah ada baiknya kamu diam saja?"Ya,aku benar-benar diam saja.Seakan aku adalah robot yang kehabisan baterai.Aku hanya mendengar suruhan dari kedua orang tua untuk sarapan.Tetapi sungguh,hatiku tidak mendukung sama sekali.Seakan ada yang manahanku untuk tetap diam dan tidak menggubris siapapun.Yah,meskipun begitu,aku tetap makan pada akhirnya.Aku harus berbuat apa?Lebih baik aku mendengarkan apa yang mereka suruh dan segera melakukannya.Dari pada aku hanya diam dan tidak menggubris mereka.Mungkin aku hanya mendapatkan suasana hati yang lebih busuk.Sangat busuk.Aku juga tidak tahu apa yang membuatku seperti ini.Sudah 2 hari aku seperti ini.Suasana hatiku tidak beres.Ada hal yang belum terpenuhi.Sepertinya.Tetapi aku tidak merasa begitu.Aku tidak dendam kepada siapapun,aku tidak meyimpan amarah.Hanya satu pertanyaan yang terus berputar mengelilingi otakku hari ini.Sepanjang hari ini."Apa yang membuat kamu badmood?".Bahkan aku masih memikirkan itu sampai sekarang.Tidak mungkin semua ini dikarenakan "dia" yang menyebut nama lawan jenis lain di depanku.Memang itu sangat menyakitkan,tetapi aku bisa memaklumi setelah itu.Aku tidak memikirkan hal itu lagi.Sudah berkali-kali aku dibuat seperti ini.Aku sudah kebal.Walau kali ini lebih menyakitkan.Aku sungguh tidak tahu apa kebenarannya.Aku merasa benci kepada semua orang hari ini.Tidak semua.Akhirnya setelah makan,aku mencuci semua piring dan kembali ke kamar.Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan.Biasanya aku duduk di depan tv setelah makan,tetapi tidak untuk kali ini.Tidak ada keinginan untuk menonton sama sekali.Aku sedang tidak ingin menggubris siapapun hari ini.Aku tidak mau melakukan hubungan sosial dengan siapapun hari ini.Aku duduk di kursi belajar dan menyalakan komputer,serta handphone ku.Aku sangat penasaran apa yang membuatku seperti ini.Aku harus mencari di Google :
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Bodoh sekali,diriku.Se-buruk ini kah suasana hatiku?Aku menjadi gila karena ini semua.Oke,aku akan tetap melihat artikel-artikel tentang badmood ini.Mungkin ada yang berhubungan dengan apa yang ku rasakan dan ku alami.Walau tak 100% ku ingat.Ada 6+ alasan yang membuat kita tiba-tiba badmood.Setelah di cek,rata-rata isinya sama semua.Dan tidak berkaitan denganku,tetapi ada satu hal yang membuatku berfikir bahwa memang ini jawabannya.Stress dan kurang tidur.Mengapa aku kurang tidur?Karena aku stress.Aku stress memikirkan masalah sekolah.Tidak hanya itu,tidak banyak hiburan yang bisa aku dapatkan setelah belajar mulai pagi hingga siang hari yang melelahkan.Anggota keluargaku sibuk dengan urusan masing-masing.Mungkin mereka sudah berjanji untuk bermain kartu denganku malam ini.Nyatanya?Tidak.Kami tidak bermain kartu.Padahal sebenarnya mereka tidak melakukan urusan penting.Bahkan mereka tidak melakukan apa-apa.Aku sudah sering mengalami ini.Rasa percaya ku pada anggota keluarga menjadi berkurang.Setidaknya mereka menanyakan bagaimana hariku.Ternyata tidak.Tidak mungkin mereka melakukan itu.Bahkan aku tidak ingin bantuan dari mereka.Bukan berarti aku tidak perlu,aku pasti memerlukan mereka suatu saat.Aku sudah sering meminta bantuan,mereka hanya menanggapi ku dengan "Iya" dan tidak melakukan apa-apa.Mereka tidak membantuku sama sekali.Dan pada akhirnya aku berjuang sendiri hingga larut malam dengan bintang yang cerah,harus menemaniku memecahkan segala masalah.
Kenapa aku stress dengan sekolah?Pertanyaan macam apa itu?Aneh sekali jika kamu tidak merasa stress karena Sekolah Online.Aku tidak mendapatkan ilmu apa-apa selama pandemi ini.Hanya kebodohan yang aku terima.Guru tidak 100% membantu.Mereka ingin kita bertanya,dan disaat kami melakukan itu mereka justru memarahi kita dengan alasan yang sama."Kalian memperhatikan atau tidak sih?".Aku sedang menikmati libur lebaran minggu ini.Tetapi setelah liburan,aku harus menjalani ujian akhir semester.Ah,kenapa hal ini tidak mau keluar dari pikiranku?Aku hanya ingin bersantai dan menikmati liburan ini tanpa pikiran tugas ataupun ujian yang harus dipersiapkan.Selama pelajaran jarak jauh,aku hanya mengandalkan Google.Meski tidak 100%,tetapi aku yakin banyak anak lain yang sama seperti ku.Lalu bagaimana aku bisa menjalani ujian akhir nanti?Sedangkan kita diawasi guru.Ini kali pertama aku ujian diawasi guru.Memang sama seperti sekolah offline biasanya,tetapi ini hanya terasa berbeda.Di sekolah offline aku tidak mengandalkan Google ataupun orang tua untuk belajar atau mencari jawaban.Karena memang aku dapat mengerti materi dengan cepat dengan penjelasan dari guru didepan kelas.Jelas di mataku.Tidak seperti di sekolah online,aku tidak dapat mengerti materi matematika.Sebelum pandemi,aku dapat mengerti materi matematika hanya dengan sekali penjelasan.Aku tidak bisa menangkap materi tanpa penjelasan yang lengkap dan tepat di depan mata telanjang ku.
"Huft...aku bahkan masih belum bisa menyangka bahwa akan ada pandemi se-bahaya sekarang ini."