Aku Yang Salah

536 66 23
                                        

"Mau sampai kapan? Senang membuatku menderita seperti ini? Cepat katakan, bahkan dititik terendahku seperti ini kamu masih saja membesarkan rasa ego. Aku lelah sekarang, biarkan aku menjauh dari kehidupanmu. Jangan pernah menyesal jika aku tak lagi menggenggam tanganmu."

"Fajar dan petang dua hal yang tak akan bisa menyatu, tetapi ketika fajar dan petang saling memahami walaupun tak sepaham mereka bisa memancarkan keindahan masing-masing dan saling melengkapi satu sama lain. Apakah kau paham hubungannya dengan kisah kita saat ini? Pikirkan itu baik-baik, Fushiguro!"

"Sepertinya, aku terlalu banyak bicara ya Fushiguro. Semoga kamu bahagia bersama dengan pilihanmu, aku tak pernah mencegahmu lagi untuk memiliki diriku seutuhnya."

~~~

Jika saja waktu bisa berhenti berjalan dan berputar kembali ke masa lalu, Itadori Yuji tak ingin mendapati percumbuan mesra antara Fushiguro Megumi dan Sukuna Ryoumen.

Mungkin, jika saat itu ia tak melihat dengan mata kepalanya sendiri Yuji masih dapat mempertahankan hubungannya dengan Fushiguro Megumi, hingga jiwanya melebur dan ayut dengan alam.

Rasa kecewa, sedih, marah, bercampur aduk menjadi satu. Kata perpisahan yang dilontarkan Yuji begitu saja keluar dari bibir ranumnya tanpa ada persetujuan Fushiguro Megumi.

Apakah dirinya nampak begitu egois? Mungkin saja jawabannya adalah iya.

Apakah sekarang dirinya nampak begitu menyedihkan? Tentu saja iya.

Inikah rasanya jika kita mencintai seseorang, tanpa mengetahui kita bukanlah sosok yang dicintai? Terasa menyakitkan.

"Ternyata ini salahku, bukan salah Fushiguro."

Helaan nafas lagi-lagi keluar dari bibir ranum pria dengan surai dwi warna.

"Bisakah aku mengikhlaskanmu? Kata pisah sudah terlontar begitu jelas dari mulutku, namun rasa sesak ini masih membelenggu dalam hati."

Yuji tak bisa berhenti meremat dada kirinya, rasanya begitu sesak hingga ia lupa cara bernafas.

"Sesak.. Hiksss.. Hiksss.."

Iris matanya berkaca-kaca, dua bola matanya tak lagi mampu membendung bulir-bulir air mata yang langsung melesat begitu saja membasahi kedua pipi memerahnya.

"Sudah cukup sampai di sini, bodoh. Lupakan dia, dia tak pernah mencintaimu! Kenapa kau begitu mencintainya hah? Dia tak baik buatmu Yuji."

Kugisaki Nobara, merasa geram melihat sahabat kecilnya selalu menangis terisak-isak dan meratapi penyesalan yang ia buat, walaupun jika dilihat dari sisi Nobara inilah pilihan yang tepat.

"Nobara, Fushiguro adalah pria yang baik bagiku."

Yuji menghapus segera bekas-bekas air mata yang membasahi pipinya dan kembali tersenyum, walaupun nafasnya belum stabil.

"Dia pria yang baik bagimu darimana? Jika, kau selalu saja nangis karena, kata-kata yang keluar dari mulut bajingan itu begitu kasar! Darimana dia baik, jika dia menghianati rasa cintamu?"

Suara Nobara begitu getir, dirinya tak kuat jika melihat sahabat masa kecilnya ini tersakiti oleh orang-orang bajingan diluar sana.

"Maafkan aku Yuji, aku telah membentakmu."

Nobara memeluk erat langsung tubuh Yuji dan sahabatnya tak akan pernah menolak pelukan hangat Nobara.

"Tak apa Nobara, Nobara pasti sayang aku maka dari itu kamu membentakku."

AKU YANG SALAH ✓Dove le storie prendono vita. Scoprilo ora