Reunion

18 2 0
                                        


"3..2..1.. HAPPY NEW YEAR!"

Suara kembang api dan terompet berbunyi bersamaan. Sorakan yang diikuti tepuk tangan meramaikan Sungai Han yang sunyi. Terdapat seorang wanita muda yang menarik temannya dari belakang dan melemparkan kue tar ke wajahnya. "Happy Birthday Seo Yurin. Selamat menua!" Ucapnya. Wanita yang satu lagi memberikan pelukan singkat dari samping. Rupanya hal itu merupakan ritual ketiga sejoli setiap tahun, merayakan tahun baru di Sungai Han dan melempar kue tar ke wajah Seo Yurin. "Apa-apaan ini. Sudah 10 tahun kalian melakukan hal yang sama. Haruskah melakukannya juga tahun ini?" Ucap seseorang dengan rambut hitam lurus yang panjangnya di bawah pundak. Poni tengahnya membuat dia tampak lebih muda dari umurnya yang sudah 26 tahun. "Hei, kami sudah melakukannya selama 10 tahun, oleh karena itu kami tidak bisa berhenti melalukannya." Ucap Kim Nari yang memiliki postur tubuh paling tinggi dan ramping dibanding kedua temannya. "Kalau begitu, akankah kita merayakannya di tempat seperti biasa?" Lee Sooah, wanita cantik berambut coklat tua sebahu dengan mata yang besar segera menarik kedua sahabatnya untuk meninggalkam kerumunan. Lee Sooah mengajak kedua kawannya untuk masuk ke dalam mobil mewah berwarna merah miliknya yang baru dibeli dua bulan yang lalu. Mereka hendak menuju suatu tempat untuk menyantap makanan pertama di tahun 2022. Mobil mewah Sooah terlihat sangat kontras dengan kawasan kumuh yang sedang mereka lewati. Mobil itu berhenti dan diparkirkan di pinggir gang dekat pertigaan. Mereka berjalan bersama menuju ke kedai kecil yang memiliki lampu penerangan seadanya. Si pemilik kedai pun sudah terlihat lanjut usia sehingga kesulitan untuk mendengar suara para pengunjung yang ingin memesan. Namun ketika si pemilik kedai melihat ketiga wanita muda datang ke kedainya, nenek pemilik kedai langsung tersenyum dan membuatkan makanan tanpa bertanya apa yang mereka pesan.. Rupanya kedai itu adalah tempat dimana mereka bertiga biasa makan corndog sejak SMA dan pemilik kedai itu sendiri adalah nenek Sooah.

"Seo Yurin, kali ini kau yang membayar bukan?" Tanya Nari sambil memberi tatapan mengintimidasi terhadap Yurin.

"Padahal di antara kita aku yang paling miskin. Apa kau tega?"

"Hei, kau belum mendapat pekerjaan tetap karena itu keputusanmu untuk melanjutkan S2. Bagaimana? Apa kau sudah banyak belajar untuk tes penerimaan tahun ini? Kalau kau gagal lagi seperti tahun lalu bukankah menyerah adalah jalan satu-satunya?" Ucap Sooah.

Yurin hanya tersenyum.

"Apa kau pernah melihat Yurin menyerah sekali dalam hidupnya? Dia bahkan mengemis sambil mendatangi rumah Pak Yoon agar diberi kesempatan kedua mengikuti remidi matematika." Jawab Nari sambil mengikat rambut panjangnya ke atas seperti sanggul.

"Benar. Sejak SMA dia hidup dalam ambisi."

Tak lama setelah perbincangan mereka mengingat masa SMA, nenek pemilik kedai membawakan pesanan mereka. Tiga tusuk corndog, satu porsi besar tteokpeokki, dan 3 kaleng soda. "Selamat menikmati!"

"Nenek, kenapa kau masih berjualan di jam segini. Dan juga, kenapa tidak tinggal bersama Sooah?" Yurin merasa kasihan melihat nenek Sooah yang masih bekerja di usianya yang sudah tua. Dari lahir Sooah sudah diasuh oleh neneknya karena kedua orangtuanya meninggal dalam kecelakaan pesawat. Yurin ingat ketika dia harus memaksa Sooah untuk mengikuti tes masuk perguruan tinggi karena saat itu Sooah hanya ingin segera bekerja untuk mengurangi beban neneknya. Namun takdir membuat Sooah bisa lulus dari Korea University dengan nilai tinggi berkat bantuan beasiswa yang dia peroleh. Setelah Sooah mendapat pekerjaan yang mapan, dia membeli sebuah unit apartemen dan pindah dari rumahnya yang sesak. Namun, nenek memaksa untuk tetap tinggal di rumah kecilnya itu, berkata bahwa itu adalah bagian dari kenangan yang ia miliki bersama kakek Sooah ketika masih hidup. Walaupun demikian, Sooah tau bahwa alasan sebenarnya adalah nenek Sooah tidak ingin merepotkan cucunya akibat keadaannya yang lemah. Neneknya ingin Sooah hidup bebas dan menikahi lelaki baik lalu menikah dan merawat anak tanpa terbebani dengan neneknya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 12, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

How to be loved?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang