Tuhan memang adil
Untuk membebaskan cinta yang ingin berlabuh pada hati mana saja,
Meski pada akhirnya,
Tak bisa saling memiliki walau saling mencintai.
Kisah kita pun dimulai.
Kisah tentang suatu perbedaan.
kukira perbedaan terumit adalah ketika kita beda perasaan,
Ternyata aku salah.
Ada yang lebih rumit dan sakit
Yaitu, berbeda keyakinan.
Aku bisa apa?
Ketika melingkar tasbih di tanganku dan terkalung salib di lehermu.
Aku memang suka
Tetapi aku tak mampu menentang Allah Ta'ala.
Di sepertiga malam kutengadahkan tangan
Agar tak berlarut dalam cinta berbeda keyakinan.
Begitupun kamu,
yang selalu menyebut namaku
Saat mengepalkan tangan di jam kanonis mu.
Aku hanya berharap semoga sumpahmu menjadi qabulku dengan ucapan
Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah
Tapi rasanya tak mungkin kita memilih...
Aku yang menghianatimu
Kamu yang menghianatiku
Kita yang menghianati Tuhan kita
Atau aku yang memintamu menghianati Tuhanmu
YOU ARE READING
Semoga sumpahmu menjadi qabulku
SpiritualInilah kisah kita Kisah yang tak ada ujungnya. Namun tuhanku dan tuhanmu adalah saksinya Bahwa kita saling mencintai, walau tak pernah bisa saling memiliki...
