flashback 2 tahun yang lalu
asrama putri no. 203
"lo kenapa sih dari sore ngendep Mulu di kamar?! gua capek sama sikap chilldish lo." teriak seorang gadis mungil dari depan pintu kamar asrama sepi itu.
sudah sekitar lima jam lebih, teman nya itu mengunci pintu kamar asrama nya. Fanny yang mulai khawatir pun berniat untuk mencuri kunci cadangan pada satpam yang berjaga di asrama putri.
'udahlah tinggalin aja, biar kapok itu anak, paling juga lagi nangis' kata Fanny dalam hati, walau sejujurnya dalam hatinya dia sangat khawatir, tapi dia juga malas untuk berbicara dengan temannya yang bersifat sangat chilldish itu.
***
matahari telah terbit, namun Gita --teman fanny-- tak kunjung membuka pintu nya.
dengan terpaksa, Fanny akhirnya mencuri kunci cadangan kamar nomer 203 dari satpam yang sedang tertidur.
cklek..
pintu kamar asrama nya terbuka, namun Fanny bingung, karna di sana dia tidak menemukan batang hidung Gita.
dengan cepat Fanny membuka pintu kamar mandi milik Gita tersebut.
damn it, hati nya tersayat, saat melihat cutter penuh darah yang di pegang oleh gita, dan terdapat luka sayatan yang sangat dalam tepat di nadi sang sahabat tersayang, Gita mati dengan kondisi kehabisan darah karna banyak darah berlumuran di mana mana.
kaki fanny terasa seperti jelly. dia terjatuh, tidak kuat menahan diri nya sendiri, dan menerima kenyataan sakit ini seperti di timpa oleh batu yang sangat teramat besar.
ia berharap ini mimpi, dan langsung melangkah maju mendekati mayat sahabat nya itu dengan menutup mulut nya tanda dia tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.
dengan cepat Fanny memeluk sahabat nya itu, air mata nya sudah berjatuhan, dia berkomat Kamit dalam hati meminta pada tuhan berharap ini hanya mimpi semata.
dia melepaskan pelukannya, menangis tanpa suara, menahan segala hasrat marah, sedih, dan kecewa nya karna tidak bisa menjaga sahabatnya dengan baik.
fanny segera menghubungi nomor Elle untuk segera ke kamar gita.
"Fanny?" panggil seorang lelaki, yang sangat fanny kenali dengan suara bergetar nya.
"fan? d-dia siapa? Gita m-mana? ini ngga mungkin kan?"
Fanny menjawab dengan gelengan kepala, sambil menahan isakan dan amarah serta kesedihannya.
sampai akhirnya siswa laki laki itu mendekat pada fanny, dan menyentuh pundaknya, dan seketika fanny memeluk siswa ini sambil menangis.
Fanny menangis sejadi jadinya, begitu juga dengan lelaki yang Fanny peluk, dia benar benar hancur. kehilangan salah satu sahabat sejak kecil nya sekaligus kekasih nya itu.
Elle Jean Kyla Cessa dan Lana datang dengan beberapa guru serta penjaga asrama, mereka semua terpukul, hati mereka tersayat, terutama fanny dan siswa laki laki yang sedang sama sama menangis.
Elle Jean Kyla Cessa dan lana menatap tak percaya, bagaimana bisa teman yang baru mereka kenal selama kurang dari setahun ini sudah meninggalkan mereka? bagaimana bisa?
Fanny melepas pelukannya, dan seketika menghadap pada mayat yang ada di depannya ini
"Gita.. lo ngga mungkin ninggalin gue kan? ngga.. ga mungkin. lo udah janji ke ares buat selalu bersama untuk selamanya kan? Git.. Lo satu satunya temen yang paling paham tentang gue.. dan sekarang lo ninggalin gue? ninggalin HS-2 yang udah kita berempat bangun susah susah? ninggalin pacar lo? kita udah janji berempat dari jaman sd buat selalu bersama kan git? kok Lo tega?! GITAA BANGUN!!! GUA TAU LO MASIH ADA GIT, JANGAN NGEPRANK GUA GITAA?! BERCANDA LO KETERLALUAN TAU GA!!? SUMPAH GIT, INI GA LUCU!!"
fanny tidak kuat menahan segala bebannya, dia menangis sekencang kencangnya, meluapkan segala emosi yang ada di dalam dirinya.
flashback END.
tbc
