Dua hari di dalam bilik yang gelap tanpa sebarang cahaya betul - betul membuat tubuh dua orang manusia didalam bilik itu tidak bermaya .
" M- Mawar , kau dengar aku tak ? " Bisik seseorang .
Mawar yang tersedar kembali ketakutan . Baginya tempat ini hanyalah mimpi buruk yang tidak mahu dia ingat .
Benar , mereka telah diculik semasa mereka berdua pulang dari sekolah tempoh hari . Semuanya baik - baik tidak ada yang mencurigakan . Tapi apakan daya , takdir sudah tertulis yang mereka akan berada disini .
" Dengar sini , aku ada rancangan untuk kita melepaskan diri . Tapi kau kena percayakan aku Mawar."
" Aku percayakan kau Syafa . Aku akan ikut kalau itu dapat lepaskan kita dari neraka ni ."
"Aku sayangkan kau Syafa " bisik Mawar dalam tangis . Syafa yang mendengar cuba mententeramkan perasaan Mawar .
_________________________
" Hey budak ! Bagun . " Seraya itu pintu pun terkuak . Terpacul lah wajah seorang lelaki yang berkumis dan berwajah bengis .
Lelaki itu terkejut apabila mendapati tawanannya tiada didalam . Serentak dengan itu pintu ditolak dari tepi dengan kuat dan terkena tepat dibatang hidung lelaki itu . Lelaki itu menyeringai kesakitan .
Kesempatan yang ada diambil oleh Syafa untuk menolak lelaki itu jatuh kelantai . Pisau dan pistol yang ada di seluar lelaki tersebut diambil oleh Mawar .
"Argh - budak tak guna ! Sepatutnya aku bunuh korang awal - awal . " Jerit lelaki itu .
Syafa menatap mata lelaki itu dengan pandangan yang tajam .
" Bagi aku pistol tu Mawar ." Mawar tanpa sebarang bantahan hanya menurut .
"Apa ? Kau nak tembak aku ? Budak macam kau reti ke guna pistol ?" Sinis lelaki itu berkata .
Tanpa sebarang amaran sebuah tembakan dilepaskan oleh Syafa . Tepat didada kiri lelaki itu .
Darah merecik tepat ke muka Mawar . Mawar yang dalam ketakutan melihat tingkah Syafa hanya kaku berdiri disebelah mayat lelaki tersebut .
" Manusia macam kau ni tak patut ada dekat bumi , menghabiskan oksigen je . Sepatutnya dari dulu lagi kau patut mati . " Syafa tersenyum puas . Gelagatnya itu dipandang oleh Mawar dengan ketakutan .
Bagi Mawar , itu bukan Syafa yang dia kenal .
YOU ARE READING
Cahaya Cinta
RomanceUmur yang sudah menginjak 25 tahun ,tetapi masih menonton anime ? Ye , itulah Syafa Ilyana . Selain hobinya yang suka menonton anime dan kdrama , dia juga lebih suka menghabiskan waktu luangnya hanya dengan membaca manga atau novel . walaupun begitu...
