Chapter 1 - Awakening

290 25 9
                                        

Baru-baru ini, pemerintah Jepang sedang heboh karena seorang penyelam menemukan benda mencurigakan yang dicurigai adalah sebuah peti mati yang tergeletak di dasar laut. Tentu saja sebuah kru diutus untuk mengangkat peti mati itu untuk diambil dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun ternyata, sebuah organisasi rahasia, yang menguasai dunia melalui jalur bawah tanah, mengetahui perihal peti mati itu dan menginginkannya. Tentu saja organisasi itu mengirimkan keroconya untuk menyusup ke dalam kru penyelidik dan mencuri peti mati itu dari genggaman pihak berwenang.

"Dor! Dor! Dor!"

Bunyi suara tembakan dari penyusup menghabisi anggota kru penyelidik yang menangani peti mati itu. Mayat bergeletakan, sementara peti mati itu dicuri.

***

Di ruangan temaram dini hari itu, seorang pria paruh baya sedang bersusah payah mencoba membuka peti mati itu dengan paksa. Berbagai macam alat seperti obeng, tatami gatana, pisau belati, dan lain sebagainya bergeletakan di lantai guna membantunya membuka peti mati itu. Namun hasilnya Nihil.

"Peti ini tidak bisa aku buka." Kata pria itu di saluran telepon.

"Benar, aku sudah mencoba berbagai cara." Lanjutnya, "Baiklah, aku segera ke sana."

Ia mematikan ponselnya dan sejenak memperhatikan peti mati itu. Terlihat mewah berwarna putih bersih mengkilap dengan hiasan ukir berbentuk salib besar berwarna emas di atas penutup peti itu.

"Peti mati apa ini sebenarnya?" Pikirnya, "Bahkan dibuka saja tidak bisa. Lebih sulit dari membobol pintu yang terkunci."

"Ya sudahlah, yang penting aku dibayar mahal untuk ini." Katanya pada diri sendiri sembari keluar dari pintu utama ruang apartemen yang telah ia sewa guna mengurus peti mati itu.

Tak lupa ia mengunci pintu sebelum meninggalkan lokasi. Ia hanya seorang pekerja serabutan yang menerima pekerjaan apapun demi uang. Meski itu termasuk perampokan dan pembunuhan. Kini ia akan memenuhi panggilan klien nya yang menginginkan peti mati misterius itu. Ia harus menjemput dan membawa mereka ke ruang apartemen itu.

Ruangan itu temaram, sebab tak ada lampu yang dinyalakan. Gorden pun menutupi jendela jendela kaca lebar yang menghubungkan ruangan itu dengan balkon. Tiba-tiba, peti misterius itu bergetar, penutupnya seperti terhentak otomatis, seolah kuncinya sedang terbuka. Asap putih merembes keluar dari dalam peti mati itu, sebelum penutupnya tergeser. Sesosok remaja lelaki yang tampak menawan terbangun dari dalam peti itu.

Pemuda itu memiliki kulit yang seputih porselen dan berkilauan. Kedua matanya berwarna merah dan sejernih permata. Serta rambut nya berwarna hitam gelap yang terlihat lembut seperti sutera, membuat siapapun yang melihatnya mungkin ingin mencoba menyentuhnya. Ia juga memiliki bulu mata lentik dan bibir yang merona merah muda. Sangat menawan, seperti bukan manusia. Dan memang bukan manusia.

Pemuda itu berdiri dan melangkahkan kakinya keluar dari petinya yang berlapiskan bantalan empuk berwarna merah darah di dasar dan dinding dalamnya. Ia pun memandang ke sekeliling ruangan. Tak menemukan apapun atau siapapun selain dirinya, peti nya, dan beberapa alat yang terlihat mencurigakan. Ia kemudian menatap ke arah jendela kaca lebar yang tertutup gorden. Lalu mata merah ruby nya berpendar, membuat gorden itu terbuka dengan sendirinya. Sesaat kemudian, jendela kaca lebar itu terbuka. Angin sepoy dari luar membelai gorden tipis berwarna putih di ruangan itu.

Sang remaja lelaki melangkah keluar melompati bingkai jendela yang berjarak rendah dari lantai, menuju balkon. Suasana pagi hari yang menyegarkan. Cocok baginya yang baru terbangun dari tidur panjangnya. Ia melemparkan pandangannya ke bawah balkon. Tanpa pikir panjang, pemuda itu melompat dari balkon yang berada di lantai lima itu. Anehnya, ia tidak jatuh terjerembab seperti seseorang yang menjatuhkan diri dari balkon. Ia hanya melayang dengan tenang di udara dan turun perlahan, kemudian mendarat dengan sempurna dan tanpa cacat.

Distant PromiseWhere stories live. Discover now