Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Safe

102 15 6
                                        

Api membakar seluruh penjuru tanpa terkecuali. Hirup pikuk suara saling bersautan menyambut rasa keluarga yang menusuk relung hati. Desa itu telah mati, semua rumah porak poranda akibat si jago merah yang merambat terlalu cepat. Pemuda yatim piatu itu, Jeon Jungkook berlarian ke arah hutan dengan keadaan yang cukup tidak baik. Ia terpisah dengan kakaknya. Yang dipikirkan ia saat ini lah, cara untuk bertahan hidup. Rumahnya terbakar, semua harta bendanya raib menjadi abu yang tidak lama lagi menyatu dengan tanah.

"Kak.."

"aku harap kamu pun masih bernafas hingga detik ini sama sepertiku. Kita akan bertemu lagi kak" desisnya dengan tangis pilu seraya meringis merasakan luka bakar ditangan kirinya.

****

"KAK!! KAK SEOKJUNG!!" Jungkook membuka matanya dengan panik, keringat membasahi pelipisnya.  Ia menghela napas untuk kesekian kalinya. Mimpi itu lagi, mimpi terburuk yang pernah terjadi dalam hidupnya. Rasa kehilangan enggan meninggalkan relung hatinya. Menjerit pilu memanggil nama saudaranya yang entah dimana.

"Jungkook? Are you okay?" Seseorang membuka pintu dengan panik dan mendekat ke arah ranjang adik angkatnya.

"Kak Yoongi" lirih Jungkook

Yoongi dengan cepat memberi adiknya itu segelas air yang berada di nakas tempat tidurnya.

"sudah merasa tenang?" tanya Yoongi pelan. Jungkook mengangguk

"mimpi itu lagi?"

Jungkook hanya terdiam, Yoongi menghela napas lalu tersenyum menenangkan pada Jungkook "lupakanlah, sekarang tidur lagi saja. Besok kamu harus ke sekolah"

'bagaimana aku bisa melupakannya?' kata Jungkook dalam hati.

"baik kak, selamat malam. Maaf menganggu" Jungkook sedikit tidak enak hati meminta maaf kepada Yoongi.

"tidak apa apa. Selamat malam juga Kook! Mimpi indah"

Yoongi mengusak rambut Jungkook dengan lembut, lalu beranjak dari tempatnya dan pergi meninggalkan kamar Jungkook. Tanpa mereka sadari, di belakang dinding sana ada seseorang yang diam diam mengepalkan tangannya kesal dan air mata yang mengalir dari pelupuk matanya.

"mengapa harus Jungkook terus yang kau perhatikan Kak Yoongi??" ujarnya berkata dengan lemah.

"gue benci Jungkook! Gue benci! Sebenci bencinya!!' kata pemuda itu dengan penuh dendam.

***

Pagi hari kediaman keluarga Min tampaknya sangat tenang dan damai. Aroma dari masakan Nyonya Min tersebar luas di segala penjuru ruangan. Dua gelas susu dan dua gelas kopi serta satu gelas teh tertata dengan manis di meja makan. Tuan Min sudah siap dengan setelan kantorannya duduk dengan tenang beserta koran yang bertengger di depannya. Lalu ada Yoongi yang sedang menikmati kopi dan roti bakar yang dibuatkan oleh ibunya.

Jungkook turun dari tangga seraya menenteng ransel sekolah. Saat akan menginjak anak tangga terakhir, tanpa ia sadari pemuda yang hanya beda satu tahun darinya berjalan terburu buru sehingga menabrak punggung kokohnya.

Hal itu menjadi atensi orang orang yang berada di ruang makan. Ibunya berteriak panik serta Yoongi yang segera menolong Jungkook dengan cepat.

"SEOKJIN! Kamu itu kalau jalan melewati tangga hati-hati!! Jangan terburu-buru! Gimana kalau kakakmu itu terluka?!" bentak ayahnya menjewer telinga pemuda yang bernama Seokjin itu.

"Lagipula bukan Jungkook saja yang jatuh Ayah!! Aku juga! Kakiku terkilir!" balas Seokjin menatap tak suka kepada Ayahnya yang terus saja membela Jungkook

"Kakak! Panggil Jungkook kakak, Seokjin. Dia lebih tua dari lo" Yoongi menatap dingin kearah adik bungsunya itu.

"Apa? Gue gak denger lo ngomong apaan Kak. Oh iya dia bukan kakak gue" katanya dengan santai.

"LO?!"

BRUGH...

Yoongi mendorong adiknya itu hingga terpental kearah lemari kayu. Punggung Seokjin terasa ngilu.

"mana sopan santun lo?" ketus Yoongi
"Sudah sudah! Yoongi sekarang kamu kembali ke tempat dudukmu, Jungkook juga. Ayo kita sarapan bersama" ujar Ayahnya memisahkan keributan. Ibunya hanya sekilas menatap acuh Seokjin lalu melanjutkan acara masaknya kembali. Yoongi merangkul Jungkook untuk ke meja makan. Sedangkan Seokjin mati matian menahan sesak di dadanya ketika ia menyadari bahwa disini ia hanyalah seonggok manusia yang tidak ada artinya, bahkan di keluarga sendiri pun tidak dianggap.

"Gue benci lo, Jungkook! Gue benci ibu, ayah, sama kak Yoongi. GUE BENCI KELUARGA INI" teriaknya lalu bangkit berlari tertatih kearah luar rumah. Jungkook hendak bangkit menyusul Seokjin namun ditahan oleh Nyonya Min.

"sudah tidak usah dipedulikan anak itu Jung,  habiskan dulu sarapan mu"

Jungkook hanya mengangguk, "maafin gue Seokjin. Apa dengan kehadiran gue disini lo ngerasa bahwa gue ngerebut posisi lu? Please jangan ngerasa begitu" batinnya berkata seraya menatap nanar pintu yang terbuka.

Disisi lain, tidak jauh dari rumahnya. Seokjin sudah menghebohkan seisi rumah itu dengan tangis Seokjin dan punggungnya yang penuh lebam.

"OMEGOSSSH...... SEOKJIN?? LO KENAPA PUNGGUNGNYA PENUH TATTO BEGINI??" teriaknya heboh

"Kak Hoseok, jangan heboh dulu. Ini anaknya nangis terus. Cepet sana ke dapur ambil obat!!" seru adiknya, Taehyung yang sedang menenangkan Seokjin yang terus menangis.

Hoseok mengangguk lalu ke dapur berlarian dengan tergesa gesa mencari kotak obat.

"Diapain lagi kamu sama Yoongi, Seokjin?" tanya Taehyung

Seokjin masih terus sesegukan.

"Nangisnya udah dulu, jawab pertanyaan kakak!" desak Taehyung

"Yoongi dorong gue sampe mental ke lemari kayu deket dapur kak!" adu Seokjin beserta isak tangisnya.

Taehyung menggeram marah "keterlaluan tuh orang lama lama. Udah cup cup jangan nangis, nanti punggungnya diobati dulu sama kak Hoseok. Masalah izin sekolah nanti kakak sampaikan ke guru kamu" ujar Taehyung dan Seokjin hanya mengangguk pasrah.

***

"Just close your eyes, the sun is going down. You'll be alright, no one can hurt you now. Please be safe and happy Jeon (Sorry) I mean Min Jungkook :)) - JSJ"

Jungkook meremas surat itu. Matanya berkaca kaca.

"Kak Seokjung"

To Be Continued

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 10, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Safe & Sound Stories to obsess over. Discover now