Pertemuan Tak Terduga

69 7 0
                                        

Han Rae Hwa

Rating PG-13 | Crime & Angst | No Minwoo (Boyfriend) and Lee Mi Joo (Lovelyz)


Author POV

      Minwoo memainkan kuasnya di atas kanvas dengan berbagai macam warna yang saling berbenturan. Kegiatan yang menyita waktunya hampir dua jam itu akhirnya ia akhiri setelah merasa penat. Ia menghembuskan napas sambil menaruh kuas dan wadah catnya di atas meja. Dipandangnya sekali lagi lukisan yang belum jadi itu sebelum meninggalkan ruangan lukisnya. Lukisan itu sengaja dibiarkan tak selesai pada hari itu. Mungkin ia akan menyelesaikannya jika mood-nya bagus.

      Namja itu melangkah masuk ke dalam kamarnya. Langkahnya terhenti saat pandangannya tiba-tiba beralih ke sebuah lukisan di dinding. Lukisan seorang yeoja mengenakan gaun berwarna putih dengan kedua tangan yang menggenggam setangkai mawar. Sementara bibirnya yang juga berhias lipstick berwarna merah nampak seperti ingin mencium mawar itu. Minwoo tersenyum tipis memandang lukisan yang ia buat beberapa tahun silam ketika ia masih duduk dibangku kelas tiga SMA. Bakat menggambarnya memang sudah nampak saat ia masih kecil. Namun ia mulai memperdalam dunia lukis saat ia menduduki kelas satu SMP.

     Ia kembali melangkah mendekati tempat tidur dan merebahkan diri disana. Lalu menyelimuti tubuhnya hingga menutupi hampir dari seluruh tubuhnya. Sedetik kemudian matanya terpejam.


-o0o-


      Tak ada yang dilakukan Minwoo pada pagi itu. Selain hanya berbaring sambil melamun di depan televisi yang dibiarkan menyala meski tidak ia tonton. Siangnya, ia juga asik dengan lamunannya. Dengan berdiri dan menyandarkan punggung di dinding dan manik mata yang memandang ke luar jendela. Benar-benar merasa tak bergairah untuk melanjutkan lukisan-lukisan yang belum terselesaikan. Padahal satu bulan lagi ia dan sahabatnya akan mengadakan pameran lukisan.

      Merasa puas dengan lamunannya pada hari itu, ia akhirnya memutuskan untuk menyambangi sebuah toko buku yang jaraknya tidak begitu jauh sekalian berjalan-jalan sore. Ada beberapa buku best seller tentang dunia melukis yang menarik perhatiannya. Namun tidak lebih menarik dari salah satu novel yang langsung menyita perhatiannya detik itu juga.

     Dari keseluruhan novel, ia hanya terpaku pada nama penulis. Lee Mi Joo. Novel berujudul I Miss You itu memiliki cover yang didominasi warna ungu dengan ilustrasi seorang laki-laki dan perempuan yang berdiri saling membelakangi.

     Ia mengangkat tangan kanannya hendak mengambil salah satunya untuk membaca sinopsis pada bagian belakang buku. Namun ia segera mengurungkan niatnya dan melangkahkan kakinya menjauh dari sana.

    Tujuan utamanya berkunjung ke toko buku sebetulnya bukan ingin membeli buku. Melainkan ingin membuang jauh-jauh akan kenjenuhannya. Namun yang ia temukan justru masa lalunya yang sudah lama ia kubur dalam-dalam.

     "Minwoo-ya.." Panggil seseorang dengan suara yang lembut.

     Minwoo menoleh, "K-kau!?" Mata Minwoo terbelalak mendapati seorang perempuan yang berjalan mendekatinya sambil tersenyum tipis.

      "Kau apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu." Ujar perempuan itu.

      "Aku baik. Ya, sudah lama kita tidak bertemu. Kau cukup lama tinggal di London." Minwoo merendahkan suaranya pada kalimat terakhir.

      Perempuan itu menyerahkan novel yang ada dalam genggamannya kepada Minwoo. "Ini novel pertamaku. Aku menulisnya saat masih tinggal di London."

      Dengan sedikit ragu Minwoo menerimanya. Ia cukup lama memandangi novel itu. Novel yang tadi hendak ingin diambil Minwoo, namun tidak jadi.

      "Aku akan membacanya. Terimakasih sudah memberikan buku ini untukku. Mianhae, aku harus pergi. Permisi." Minwoo membalikkan tubuhnya dan berjalan dengan cepat menuju keluar.

      Helaan napasnya begitu berat ketika ia membalik badan dan melangkah menjauh dari perempuan itu. Perlahan tapi pasti, air matanya menetes. Rasa sesak di dada semakin menguasai di perjalanan pulangnya itu. Sambil terus mencengkram novel yang ada dalam genggamannya. Berusaha menahan rasa sakit.

     "Mijoo.." desisnya.

     Pertemuannya dengan perempuan bernama Mijoo itu sungguh tak terduga. Minwoo tak menyangka bahwa hari itu Mijoo hadir di hadapannya setelah sekian lama. Bahkan ia tak mampu berpikir jernih sampai kehabisan kata-kata. Hanya berucap seadanya yang ia bisa.

     Pertemuannya dengan Mijoo  yang berlangsung hanya beberapa menit itu memberikan reaksi yang cukup kuat baginya saat ini.Luka lama yang sudah susah payah ia kubur selama empat tahun. Namun, luka itu seolah terbuka kembali, menyeruak ke seluruh permukaan hati. 


Yeoja Dalam LukisanWhere stories live. Discover now