Di tempat yang sepi, pasir dan karang-karang yang asik berkeliaran di tepi pantai. Enggan menyapa manusia yang datang dengan romannya tidak sopan. Bercumbu di siang hari seakan dunia tidak akan ada di hari esok.
Sunyi, sungguh. Nenek tua di sebrang sana sedang asik mengambil gurita kecil yang suaminya dapatkan sebagai nelayan. Menghiraukan siapa yang datang, karena gurita didepannya mengalihkan semua atensi yang ada di sekeliling si nenek.
Getaran kecil dari handphone Xiaojun menghentikan aktifitas cumbuan yang mungkin sebentar lagi akan menemukan klimaks yang nikmat.
"Dari siapa?" Tanya kekasih pada Xiaojun.
"Ten mengabariku agar segera kembali ke dorm."
"Apakah baik-baik saja?" Tanya kekasih kembali.
Kekasih Xiajon sangat mengerti dengan peran Xiaojun saat ini. Dia adalah idol terkenal saat ini. Member NCT yang berada di naungan agensi SM. Seorang k-Pop pasti sudah tidak asing dengan SM.
Jika teman Xiaojun menyuruh dia untuk pergi ke dorm disaat hari freenya. Berarti ada yg tidak beres di sana. Kekasih hanya selalu takut, kalau mereka benar-benar telah di pergoki oleh kamera netizen atau dispatch. Sebenarnya, kekasih sudah sejak dulu sering mengatakan agar mereka tidak berhubungan.
"Aman kok, kamu gak usah khawatir. Tapi, mm." Xiaojun sedikit terbata dengan apa yang akan ia sampaikan.
Xiaojun adalah seorang pasangan yang sangat lembut. Dia tidak berani mengatakan "pamit" Jika memang itu bukan waktunya. Namun, kekasih Xiaojun telah mengenal Xiaojun dengan sangat baik. Ia mengerti dengan apa yang akan Xiaojun katakan.
"Kamu tidak harus meminta maaf. Kamu bole pergi sekarang juga." Sang kekasih tersenyum dengan sedikit mengusap pundak Xiaojun, agar dia benar yakin kepada kekasihnya bahwa ia bisa pulang sendiri.
"Kalau begitu aku duluan, jangan lupa mantelmu. Mantel itu harus menutup semua wajahmu. Agar wajahmu tidak membeku." Sang kekasih tersenyum mengejek.
Xiaojun telah pergi, bersama dengan angin yang mulai mereda untuk tidak menerpa siapapun yang ada di sana. Bahkan nenek tua di sebrang tadi telah pergi setengah jam sebelum kepergian lelaki tampan yang bermodal idol itu.
Kenapa Ten menyuruh Xiaojun untuk pulang? Sedang di dalam dorm sepertinya sepi, tidak ada suasana yang ia fikirkan selama di perjalanan menuju dorm. Sepertinya kekasihnya juga berfikir di arah yang sama. Menghawatirkan apa yang ada di benak mereka.
Toilet adalah tujuan utama Xiaojun saat ini. Ia tidak sengaja tersandung di bus umum dan ia melukai dagu berharganya itu. Membersihkan luka yang ia pun tak sangka akan sebesar itu lukanya. Memang, kata orang _luka kecil lebih sakit daripada luka besar._
"Apakah kamu sudah pergi berkencan? Dan membersihkan bibir merahmu karena takut dipergoki karena telah melakukan kiss?. " Ten tiba-tiba berbicara dari arah dapur. Sepertinya ia akan mengambil minum untuk dirinya sendiri.
"Kekasihku itu sangat cantik. Jadi, aku tidak mungkin melewatkan hari libur ku ini." Ucap Xiaojun yang tengah membersihkan dagunya.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Ten.
"Aku tersandung di bis saat menuju pulang tadi."
Ten yang mendengar Xiaojun tersandung langsung berdiri dari kursi kemudian langsung berlari menuju toilet.
"Yak! Ini besar sekali!? Bagaimana kamu menjelaskan hal ini nanti. Ayo aku obati." Ten langsung menarik Xiaojun agar mengekori dirinya.
Semua orang telah berkumpul di tempat makan. Xiaojun telah yakin bahwa teman-temannya tidak akan membiarkannya begitu saja. Ada banyak pertanyaan yang beranak dari member untuknya.
YOU ARE READING
NCT_random
Fanfictionmereka bersembunyi di balik layar. semua tidak akan pernah tahu tentang cinta yang tumbuh dari seseorang yang bersembunyi di balik layar selebriti.
