01

22 5 0
                                        

Replay Mahen- Pura pura lupa

Selamat membaca bagian awal cerita:)

Kringgggg!!!

Pertanda akan berlangsungnya jam pelajaran pada pagi hari ini .Chelsea ,Ana,dan juga Tika bergegas menuju kelas mereka tepatnya dikelas XIps¹

Ketiga gadis itu memasuki kelasnya, kurang lebih 3 menit Bu Eri datang dan kemudian mengabsen habis seluruh muridnya

"Devandra Leonardo?!!"

Lebih dari 2× Bu Eri memanggil manggil nama itu namun tak kunjung nampak sehelai tangan diudara

"Sssaaayyaaa Buu"

Sahut seseorang ,yang datang tergesa gesa seolah sedang dikejar algojo

"Dari mana saja kamu ?Masa iya jam segini baru datang ?"

Raut wajah Bu Eri berubah menyeramkan kali ini ,Sepertinya beliau benar benar marah pada seorang laki laki itu

"Maaf Bu ,Tadi ban mobil saya kempes dijalan "

Bu Eri tertawa geli mendengar ucapan Deva ,

"Gunakan saja omong kosongmu itu kepada Guru lain Deva ,Kamu tidak bisa membohongi saya "

Kembali Bu Eri tertawa sambil menepuk pundak Deva hingga teman sekelasnya tertawa mempermalukan Deva begitu juga Chelsea dan kawan kawannya

Deva menundukkan kepalanya ,bagaimana tidak? Cowok memang seperti itu jika merasa dirinya dipermalukan , eh tapi ada juga Cowok yang tegar jika memang Ia tak beradap kepada siapa pun

"Tenang saja Saya tidak sekejam Bapak Yanto ,Nanti ketika jam istirahat berdiri dilapangan sampai waktu istirahat kurang 5 menit ,Mengerti!"

Sama aja kali Bu ,malah lebihbkejam ibu dari pada Pak Yanto.

"Mengerti Bu"

"Bagus, Sekarang kamu boleh duduk "

Dengan cepat Devan berjalan menuju tempat duduknya ,yang telah disambut tenggukan alis teman teman Deva

"Agagaaa ...mantap kan Dev "
Usik Dega,teman Deva

"Anjr,tu guru tau aja gue boong "

"Agagaa...jangan maen maen lu Miss Eri Prettylyyy dilawan , Hahaha"

"Bodo Amat"

"Yee jemur ...agagaa"

"Hust diem bgst!"

"Kalem anjink"

Deva memilih diam untuk mengakhiri perdebatan dengan lawan bicaranya ,Dan kembali pelajaran berlanjut

Sepanjang pelajaran ternyata ada sepasang mata yang terus memperhatikan Deva

"Na! Berani banget si dia tidur ?" tanya Chelsea sedikit mencubit lengan pada bahu Ana ,tetangga bangku nya

"Ass...Chel kebiasaan bgt si lo .Sakit tau !" cerca Ana menepis bahunya

"Hust...ya maaf reflek Na"

"Reflek apaan !"

"Iya iya Na Maaf Gak sengaja ih"
Sembari Chelsea memamerkan sederet gigi putihnya dengan kedipan mata berulang kali kepada Ana ,Beginilah Chelsea jika ingin membuat Ana luluh padanya .Bahkan mungkin bisa saja siapa saja yang melihat wajahnya saat ini mungkin saja akan luluh hatinya

"Oh... Kaya nggak tau dia aja si lo!"
Ucap Ana setelah sesaat melihat arah tunjukan jari Chelsea , dan memilih kembali memperhatikan papan tulis

Karena PenaDonde viven las historias. Descúbrelo ahora