Seoul,25 Januari 2017
Hah! Hah! Hah! Hah!
"Ayo cepetan!"
"Aku udah gak kuat lagi!"
"Ayo! Lo pasti bisa!"
"Engga.. aku udah gak sanggup!"
Sejenak Raka terdiam dan berfikir apa yang harus dia lakukan agar dapat selamat dari kejaran banyak preman pada malam itu. Ia dapat melihat Raya yang sudah tak lagi sanggup berlari,hingga pada akhirnya Raka pun terpaksa harus menggendong Raya dan membawanya lari dari kejaran preman tersebut.
Mulanya Raya enggan,namun Raka memaksa demi keselamatan mereka bersama. Tubuh Raya cukup berat namun Raka memiliki tubuh yang atletis dan juga kuat hingga dia mampu membawa Raya berlari dalam jarak 1km,dan Raya sendiri hanya dapat terus bertanya kepada dirinya mengapa lelaki yang baru saja dijumpainya berusaha untuk menyelamatkan dirinya sampai seperti ini.
"Andai saja dia gak ada.. aku gak tau harus gimana lagi.."
"Nama kamu siapa?"
Raka sedikit tersentak kaget,dan merasa sedikit bingung dengan apa yang dipikirkan oleh Raya. Mengajak berkenalan dalam keadaan seperti ini,dimana ia tengah menggendong tubuh Raya dan berlari.
"Seriously..? Lo tanyain itu sekarang...?"
"Aku cuma mau tau nama orang yang udah nolong aku kok... itu aja.."
"Raka... Raka Narendra Admaja.."
"Alesan kamu nolong aku apa..?"
"... (Menghela Nafas)... Lo tuh banyak nanya ya...? Sekarang tuh yang penting gimana caranya kita lolos dari kejaran-kejaran preman itu tau gak.."
"Okay... Sorry.."
Raka dan Raya pun terus menjauh dari kejaran preman-preman itu hingga mereka sendiri tidak sadar telah tersesat. Terlihat Raka mulai kelelahan,Raya yang sadar akan hal itu melompat turun dari punggung Raka dan merangkul Raka.
Raka pun tersentak kaget,dan kebingungan dengan apa yang dilakukan oleh Raya kepadanya.
"Lo mau ngapain..?"
"Raya mau bantuin Raka.. Raya tau kalo Raka tuh pasti cape banget gendong Raya dari tadi.. sekarang gantian biar Raya bantu Raka..."
Raka tertawa geli mendengar suara dan cara bicara Raya yang lucu layaknya seorang anak kecil. Sejenak ia memandangi Raya sambil tersenyum yang tengah membopong dirinya sepanjang jalan.
"Hey! You!"
Raka dan Raya terkejut melihat para preman itu sudah ada dibelakang mereka. Raya berusaha sekuat mungkin membopong Raka,namun Raka tiba-tiba saja mendorong tubuh Raya dan memintanya pergi.
"Kenapa...?"
"Lari... gua bisa urus mereka... lo lari aja duluan.. jangan pikirin gua..."
"Gak mau..! Raka udah tolong Raya..! Sekarang Raya yang tolong Raka..!"
Raya kembali menghampiri Raka namun Raka langsung mendorong Raya hingga diapun terjatuh.
"Gua bilang pergi ya pergi...!"
"Tapi... Raya kan cuma..-"
"PERGIIIII...!!!!"
******
Raya terbangun dari tidur nyenyaknya. Sorot matahari menyinari wajahnya melalui jendela. Melihat jam diatas nakas menunjukan pukul 07.30 membuat Raya terkejut mengingat ini hari pertama dia menuju sekolah.
Dengan gesit ia bangkit dari ranjang tidurnya dan bergegas mempersiapkan diri. Mengenakan jas abu-abu bergaris emas yang senda dengan warna roknya bersamaan dasi hitam melingkar dikerah kemeja putihnya. Bando putih yang menghiasi rambut lurus berwarna coklat miliknya yang tergerai indah,ia pun siap menuju sekolah.
Menyapa Bi Inah yang sudah menyiapkan sarapan usai kelelahan membangunkam Raya dari tidurnya,Raya bergegas menyapa Pak Adi yang sudah menunggunya dimobil. Usai berpamitan tanpa menyantap sarapanya Raya berangkat menuju sekolah barunya.
Sepanjang jalan Raya dipenuhi dengan berbagai macam pertanyaan dan rasa penasaran dengan apa yang terjadi dihari pertama sekolahnya. Ia membayangkan layaknya gadis-gadi remaja dalam drama yang biasa ia tonton dimana gadis tesebut menjadi sorotan banyak murid lelaki disekolah barunya.
"Non Rayaaaa~"
Pak Adi menyelamatkan Raya dan menyadarkanya dari khayalan tingkat dewanya kala itu. Usai memberitahu kepada Raya bahwa mereka telah sampai,Raya pun segera turun dan bergegas memasuki sekolah barunya.
Beberapa mata menyorot kearahnya,namun bukan sebuah tatapan yang menunjukan mereka terpesona. Akan tetapi lebih kearah bingung dan beberapa diantara mereka menatap Raya dengan tatapan kasihan. Entah apa maksud dari tatapan-tatapan itu,Raya tidak memperdulikanya dan terus melangkah menelusuri koridor sekolah menuju ruangan bertuliskan kepala sekolah disalah satu papan yang tergantung pada pintu ruangan tersebut.
Mengetuk pelan pintu tersebut. "Ya,silahka masuk". Raya memutat kenop pintu dan membuka pintu secara perlahan,wajahnya muncul dari selah-selah pintu yang terbuka. Tatapanya terkunci dengan seorang pria berumur 30 tahunan yang tersenyum kearahnya. "Permisi pak.." . Pria itu membalas dengan anggukan dan Raya pun masuk kedalam.
Dikala Raya sedang berbincang didalam ruangan tersebut,terlihat bayang-bayang seseorang dari jendela ruangan kepala sekolah yang tertutup gorden tipis. "Tunggu sebentar" Raya mengangguki. Kepala sekolah bangkit dari kursinya berjalan menghampiri pintu keluar,dan ketika ia memutar knop pintu tersebut tiba-tiba pintu itu terbuka begitu saja karena dorongan seseorang dari luar hingga diapun terjatuh kelantai.
"Raka! Ngapain kamu.."ㅡOmel kepala sekolahㅡ"Raya?"ㅡUcap Rakaㅡ"Loh..?Kamu..?" Dan Raya yang menyahuti. Seketika keadaan didalam ruangan tersebut menjadi hening hingga kepala sekolah melanjutkan omelanya kepada Raka yang segera bangkit berdiri.
"Selalu saja! Kalo ada murid perempuan pasti kamu ngupiiiiing mulu! Mau ngapain?! Disini kamu tuh sekolah! Bukan cari cewe.." dikala Kepala Sekolah memarahinya Raka sama sekali tidak mendengarkan hal tersebut. Senyuman lebar terlihat diwajahnya ketika tatapanya terkunci pada mata Raya yang menatapnya balik.
"Raka!" Hingga Raka pun terlonjak kaget setelah kepala sekolah kembali berteriak didekat kupingnya. Ia pun menutupi kupingnya dengan spontan,membuat Raya terkekeh melihatnya. Raya pun lalu dipersilahkan untuk menuju kelas yang telah diinformasikan kepadanya,dan Raka terjebak dalam omelan kepala sekolah yang tak kunjung berhenti.
Namun kala itu adalah pertama kalinya bagi Radit dan Andre melihat Raka terdiam memperhatikan Raya yang melintas didepanya lalu menghilang ditelan jarak. Tanpa memperdulikan kepala sekolah yang masih berdiri didepanya,Raka bergegas menyusul Raya yang ternyata menuju kelas yang sama.
Kelas yang ramai segera hening begitu saja ketika Raya memasuki kelas. Semua orang terpesona dengan kencantikanya,bahkan para murid lelaki saling mengusir teman sebangku mereka sembari menawarkan Raya untuk duduk semeja dengan mereka.
Tetapi setelah dibelakangnya Raka muncul dari balik lorong pintu kelas,semuanya pun kembali menjadi hening. Raka menatap seisi kelas dan Raya menoleh kearah Raka yang datang dengan kedua temanya.
YOU ARE READING
Raka & Raya
RomanceSeoul,menjadi tempat dimana Raka dan Raya bertemu. Bermula dari ketidak sengajaan,hingga akhirnya pun saling berkenalan. Perasaan cinta diantara mereka pun mulai timbul,namun dibalik itu semua ada konflik yang membuat semuanya kian menegangkan setel...
