bilik berciuman

1.1K 85 14
                                        

Terinspirasi dari film dengan judul "Kissing Booth" di point bilik dan ciuman dengan mata tertutup, versi udah mantanan mau balikan.

Terinspirasi dari film dengan judul "Kissing Booth" di point bilik dan ciuman dengan mata tertutup, versi udah mantanan mau balikan

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Kak Mark, ayo putus."

"Apa aku melakukan kesalahan?"

"Tidak, cuman ... aku gampang cemburu, ok? Jadi, lebih baik kita putus. Kita bisa punya pacar baru masing-masing."

"Baiklah, nanti kakak kencani wanita paling cantik di kampus kakak. Jangan marah."

"Dengan laki-laki juga tak masalah."

"Satu-satunya laki-laki yang boleh jadi pacar kakak hanya dek Haechan."

"Pembohong! Dasar pembohong! Kak Mark sialan," pekik Haechan tertahan karena pie coklat yang memenuhi mulutnya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Pembohong! Dasar pembohong! Kak Mark sialan," pekik Haechan tertahan karena pie coklat yang memenuhi mulutnya.

"Apalagi sih?" Jeno yang mendengar suara temannya itu dari dapurnya segera berlari ke kamarnya yang ditempati Haechan sejak tadi malam. Tangannya yang kosong dari gelas panas berisi kopi itu menarik rambut Haechan dari belakang.

"Sial! Jeno sialan! Agh!" Haechan memekik dan menarik tangan Jeno yang masih meremas poninya. Membalas memukul tanpa menyadari kondisi Jeno, alhasil kopi yang dibawanya itu tumpah. Mengenai Haechan.

"Panas! Gila, Jeno!" berteriak dengan 'o' panjang di akhir nama temannya itu dan nada yang semakin meninggi.

Buru-buru melepas bajunya yang menjadi basah dan panas, dengan panik mengibasi dadanya dengan telapak tangannya dan bantuan angin seadanya dari mulutnya yang belum sikat gigi sejak bangun tidur tadi.

"Jeno! Jen! Jeni! Cepat!" Bahkan kini melompat-lompat di kasur adik mantan pacarnya itu.

"Berisik banget, Chan! Pulang sana!" Melempar handuk yang baru ia ambil dari lemari, handuk itu milik Mark tanpa sepengetahuan si penerima, yang langsung di gunakan Haechan sebaik mungkin.

"Sudahlah ngutuk kakak gue, numpahin kopi yang sudah gue buat sepenuh hati. Teriak-teriak di rumah gue yang suci ini," keluh Jeno sambil beresin barang-barang yang berantakan di kamarnya.

bite - markhyuckStories to obsess over. Discover now