aku terlahir dari keluarga yang mempunyai kulit sawo matang.

ayahku mempunyai kulit berwarna coklat dan ibuku mempunyai kulit berwarna sawo matang. memang apa bedanya? kulit ayahku terlihat lebih gelap dibanding ibuku.

kakak-kakakku dan aku pun memiliki warna kulit yang sama seperti ibuku.

aku mempunyai banyak sepupu. salah satunya bernama citra. ia seusia denganku dan memiliki tipe kulit berwarna kuning langsat. setiap hari, aku selalu menghabiskan waktu bersamanya.

semasa aku kecil, sepupu-sepupuku yang lain selalu memanggilku "hitam". waktu itu, aku marah dan selalu bertanya-tanya pada diriku sendiri "bukannya hitam itu seperti warna rambutku? kenapa ya orang-orang memanggilku hitam? padahalkan kulitku bukan warna hitam."

lalu, bukan itu saja.

saat aku sedang berjalan bersama sepupuku di sekitar kompleks, tak ada yang menyapaku. semua orang memanggil citra, sepupuku. mereka juga menyentuh pipinya dan tersenyum kepadanya.

tapi, tidak kepadaku.

kenapa?

apa karena aku hitam dan tidak menarik?

karena aku tidak seputih citra?

pernah pada suatu hari, saat aku berjalan dengannya. ada tetangga yang menyapa kami. tidak. maksudku menyapa citra. dia memanggilnya seperti ini "si putih.."

citra menoleh. lalu aku? ya tentu saja juga menoleh ke arahnya.

hatiku lagi-lagi bertanya "kenapa cuma citra yang dipanggil? apa aku tidak terlihat karena aku hitam?"

ketika aku bersamanya, orang-orang menyebut kami kopi susu.

aku marah. aku tak mau disebut hitam.

tapi, tak ada yang mendengarku. mereka pikir aku terlalu berlebihan. kemarahanku justru semakin diterwatakan. bahkan, saat aku sampai menangis karena tak tahan dengan kata "hitam", mereka masih juga menertawakanku.

mungkin, ada yang berpikir "apasih gitu doang baper". kalian berpikir seperti itu karena kalian tidak pernah merasakannya. mungkin sepele di mata kalian, tapi sangat membekas bagi orang-orang sepertiku.

ketika aku kecil, aku pikir memang itu adalah hal yang biasa, hal yang normal normal saja dilakukan. tapi, ketika aku sudah tumbuh dewasa aku menyadari bahwa itu bukanlah hal yang normal, bahwa olokan-olokan yang dilakukan dengan membawa-bawa warna kulit, termasuk kedalam tindakan 'rasisme'.

perlakuan mereka tidak berhenti saat aku kecil, tapi berlangsung sampai sekarang, sampai aku tumbuh dewasa.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 10, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

my skin color is brown, so why?!Where stories live. Discover now