Previous Page of 2Next Page

Be alright

spinner.gif

 

 

-Selena's POV-

Aku pun mulai berlari bersama husky ke arah taman dekat Rumahku, dengan kaca mata dan topi yang aku pakai agar tidak ada orang2 yang bisa melihatku dan tidak ada paparazzi pastinya. Ku nikmati, angin yang terus berhembus ke arahku, membuat dunia ini begitu sejuk, dan aku merasa bahagia walau hanya menikmati angin ini.

Husky berlari begitu cepat,cepat dan semakin cepat,  hingga akhirnya ... "BRUKKK" aku pun menabrak seorang laki2, menggunakan kaca mata dan topi, lalu memakai jaket baseball berwarna hitam-merah, serta celana pendek dan sepatu lari. "I'm so.. sorry" kataku sambil berusaha berdiri. Laki-laki itu pun membuka kaca matanya dan ternyata itu adalah justin. "argh you again" kata justin yang berusaha berdiri juga, ASTAGA, kenapa harus justin. kenapa harus adik kelas ini, kenapa harus dia. dan kenapa harus aku yang menabraknya, grrr pasti semuanya di buat susah sama justin. rgggg. "are you stalking me?!" Tanya ku, sebelum justin mulai berkicau. "W..WHAT?! stalking you? hahahahahahaha" Apa aku bertanya yang salah? mengapa dia tertawa? oh ya, aku baru ingat kalo dia memang selalu tertawa. "yap, I know it from a long time ago justin haha, if you wanna be my selenators, go sign up on my website, Selenagomez.com. bye" aku pun tersenyum kepadanya, dan berlari sebelum justin mengoceh lagi. yah, kali ini aku menang justin.

-Justin's POV-

saat melihatnya tersenyum, aku terdiam dan tak bisa mengeluarkan satu katapun, oh god. she is too  cute. Aku pun membiarkannya memenangkan argumen kali ini, ya, selama aku bisa melihatnya tersenyum. I lick my lips and smile like an idiot. and once again, god, she is toooooooo cute. Ku pandangi arah dia berlari, di bawah terik matahari dan juga dengan udara yang sejuk ini semakin membuat dia semakin indah. Seandainya, aku bisa mengatakan yang sesungguhnya, kenapa aku sangat takut untuk mengatakan bahwa aku mencintainya? Apa aku takut kalau nantinya aku tak akan bisa bermain lagi bersama dia? Perasaan ini membunuhku perlahan. Aku harap sesuatu terjadi dan membuatnya tau bahwa aku mencitntainya.

**

"IS THAT JUSTIN BIEBER?!!!!" suara teriak wanita itu membangunkan ku dari lamunanku, Aku pun melihat arah wanita itu, dan aku senyumi wanita itu. dia pun menutup mulutnya dengan tangannya tak percaya, wanita itu berlari kepadaku. Aku membuka tanganku, ingin ku peluk dirinya, dan "Jlebbb" wanita itu membawa pisau. dan menusukku dengan pisaunya, wanita itu tersenyum. aku pun terjatuh, dan mencoba bertahan sebisa mungkin, ku dengar suara indah itu lagi, dia berteriak namaku, dan aku mendengarkan suara langkahan kakinya yang sangat cepat, seperti berlari, dan berlari kepadaku, Pandangan ku mulai kabur, Yang aku rasa saat ini, jantungku berdetak lebih cepat dari sebelumnya, dan aku tau, wanita indah itu berada di dekatku sekarang. Lalu, hanya itu yang ku ingat.

-Selena's POV-

Ntah apa yang buat aku ingin berlari menghampirimu, aku melihat kejadian itu sebelumnya, dan aku tak pernah merasa sesedih ini, apalagi saat liat orang itu adalah kamu. Aku gatau apa yang buat aku sedih, dan kenapa aku harus nolongin dia, ya justin fucking bieber. Perasaan yang aneh ini, semakin hari semakin terasa lebih berat dari sebelumnya, saat aku lihat kamu dekat dengan cewek2 lain, rasanya aku gak bisa. aku gak tau apa yang buat aku kaya gini, padahal kamu dan aku kan selalu berantem, tapi rasanya berantem kecil kita itu ngebuat aku tau kalo kamu selalu ada disini, dan saat kita gak berantem, aku takut kalo kamu gak akan ada disini lagi. apa ini cinta? takut kehilangan sama apa yang bukan punya kita?

***

Sekarang, aku berada di rumah sakit. karena Justin, mengalami inveksi di bagian perutnya karena ternyata pisau yang di tusuk oleh wanita gila tadi berkarat. Dan intinya, justin lagi kritis. Ditanganku, hanya ada handphone justin dan beats,serta topi jaket plus kaca matanya. Setelah menelfon Vanessa, salah satu crew ku. Aku terdiam, dan aku gak tau apa yang harus aku lakuin lagi. untungnya, Vanessa datang dengan cepat, dia pun bertanya apa yang telah terjadi, dan aku menceritakannya, dan dengan cepat aku memintanya untuk mengabari salah satu dari Justin's crew. 

Mereka datang dengan cepat, dan bertanya padaku apa yang telah terjadi, dan aku pun menceritakannya lagi. Mamanya justin terlihat sangat sedih, karena hingga detik ini juga justin belum sadarkan diri. Paparazzi diluar sana tlah berkumpul menunggu seseorang dari kami untuk keluar dan menceritakannya, suasana pun seperti sangat mendukung, Hujan tapi tidak begitu deras. Aku duduk dan berdoa yang terbaik buat Justin, aku takut kehilangannya.

Previous Page of 2Next Page

Comments & Reviews (2)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended