7. INA

5.1K 361 23
                                    

Teman 2 makasiii banyak buat taburan cinta dan komen kalian sumve saya terharuuu hahahahaha. Makasi ya sudah mendukung penuh cerita ini. Lop u gals,

kisah ini saya dedikasikan penuh pada YaIna Shippers #macam drakor,aja.

dan...

SEBELUM KALIAN MULAI MEMBACA INGATLAH PESAN INI.

Apa yang kalian pikirkan tentang kisah ini belum tentu benar.

DAN SETELAH MEMBACA BAB INI. DI AKHIR. SAYA MINTA AGAR TEMAN2 TIDAK TERARAHKAN SEMUDAH ITU PERSPEKTIFNYA.

xD bagi yang pernah,membaca kisah2 saya. Pasti paham maksud saya.

oke. Selamat membaca semua wkekekwkwk.

Hug n kis$

***************

Ketika sadar aku tahu aku berada di Rumah Sakit, dari aroma antibiotiknya serta warna serba putih. Atau seenggaknya sesuatu seperti itu.

Diantara pandangan memburam dan sakit kepala seperti diinjak ribuan kutu bersepatu bot berujung jarum, aku bisa mengenali sosok bapak, emak dan kak Argas sebelum akhirnya mereka digantikan kumpulan orang berbaju putih yang kupanggil Suster dan Dokter.

Aku sempat mencuri dengar ucapan si Dokter kepada bapak, sesuatu seperti mentransferku ke Rumah Sakit Panti Rapih. Aku ingin menolak saran si Dokter tapi suaraku seperti tercekat di ujung tenggorokan. Jadi,kuputuskan memilih diam.

Suster menyuntikkan sesuatu, perlahan kesadaranku seakan kembali tenggelam ke dalam lautan kantuk teramat pekat. Tapi sebelum segalanya memudar, sempat kudengar seseorang berbisik di telingaku.

" Istirahatlah" dan " Maafkan aku"

Suaranya mirip Yahya. Aneh.

**********

Terbangun kedua kali cuaca sudah berubah menjadi mendung petang, jam dinding ruang inap menunjukkan pukul 17.00 w.i.b. Emak berbicara mengenai persiapan ke Panti Rapih nanti malam sedangkan aku hanya bisa mengangguk pasrah. Badanku terlalu lemah, tulangku seperti digerus perlahan di dalam.

Meski begitu, anehnya banjir memori menghantam ingatanku.

Aku ingat semua kejadian penyebab malapetaka yang menimpaku sekarang ini. Berawal dari ajakan paksa Yahya agar ikut jalan-jalan dengannya, diturunkan dipinggir jalan perbatasan kota oleh si raja tega, menjadi orang malang sekaligus kebingungan karena semua barang berhargaku berada ditas dan ternyata tertinggal didalam mobil si Yahya.

Nasibku benar-benar apes pokoknya!

Aku mencoba berbagai cara mulai dari nekad meminjam ponsel orang untuk menghubungi keluargaku, namun selalu ditolak.Menghadang kendaraan dipinggir jalan meminta pertolongan, tapi mereka kayaknya terlalu takut mengangkutku naik, wajahku mirip preman psikopat suka membawa-bawa gergaji mungkin!

Terakhir aku nekad jalan kaki, dengan harapan bisa menemukan pos polisi dan meminta tolong pada mereka. Sayang sekali sebelum niatku tercapai aku sudah tumbang duluan. Beruntung masih banyak orang baik, mereka tampaknya membawaku ke klinik ini.

Ini semua gara-gara Yahya, kalau bukan karena dia mengerjaiku maka aku nggak bakal telat minum obat dan sakitku nggak bakal kambuh! Kenapa sih dia setega itu padaku, salah apa coba aku?!

Oke tingkahku mungkin memang menyebalkan namun belum pernah sekalipun aku memperlakukan dia sekelewatan ini! Sulit kupercaya ada lelaki yang tega berbuat seperti itu pada perempuan!

Mataku perih, dadaku sesak seperti dihimpit batu besar. Setitik air mata nakal muncul disudut mataku.

Suara ketukan diambang pintu membuatku buru-buru menghapus air mataku. Begitu juga percakapan serius yang terjadi antara emak bapak dan Dokter.

Lamarlah Daku, Kau KutangkapTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang