Story cover for Combat Robot: Program Field (On Going) by Kandika_Ridha01
Combat Robot: Program Field (On Going)
  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published May 23, 2019
Teknologi canggih sudah semakin meningkat pesat ketika umat manusia menemukan sejumlah teknik dasar pembuatannya. Salah satu mahakarya umat manusia adalah 'Manusia Robot'. Bentuk fisiknya memang mirip seperti manusia, namun mereka sudah di program melalui teknologi.

Selain manusia robot masih banyak karya lainnya.

Namun, bagaimana jika robot yang di maksud bukanlah robot biasa --seperti robot biasa lainnya-- mereka di program untuk menghadapi suatu pertempuran. Ya! Mereka adalah atau lebih tepatnya --Robot Tempur--

"Kalian di ciptakan untuk bertempur!"
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Combat Robot: Program Field (On Going) to your library and receive updates
or
#11combat
Content Guidelines
You may also like
Syal Merah by FabianBadaiAntashena
5 parts Ongoing
Lihatlah manusia.... makhluk berakal, katanya, tapi berakal hanya untuk merancang kehancuran dengan cara yang lebih efisien dari iblis manapun. Mereka lahir dengan tangan kosong, namun tumbuh dengan jemari yang tak pernah cukup menggenggam. Satu takhta tak cukup, satu negeri terlalu sempit, satu nyawa tak sebanding dengan harga ambisi. Mereka mencipta Tuhan dari kaca dan bayangan, lalu menjadikannya alasan untuk menyalakan api di rumah sesamanya. Lalu, ketika tubuh hangus terbakar, mereka berkata: "Ini takdir, ini suci." Padahal semua hanya siasat licik, untuk menjarah lebih banyak, menguasai lebih dalam. Di medan perang, tidak ada musuh sejati, hanya cermin-cermin retak yang saling menuduh bayangan masing-masing sebagai setan. Manusia menanam senyum di bibir diplomasi, sementara tangannya menandatangani pengiriman peluru ke tempat di mana anak-anak belajar menyebut "ayah". Dan ketika tanah itu retak oleh ledakan, dan langit pun tak sudi menurunkan hujan, mereka berkumpul di ruang rapat ber-AC, membahas damai yang bisa dijual dengan harga saham. Oh, manusia bukan makhluk sosial- mereka makhluk serigala yang diajari mengenakan jas. Mereka berdiri di atas kuburan sambil berkata: "Semua demi kemajuan." Apa makna "maju", jika harus melangkahi mayat? Apa artinya "kebebasan", jika harus dipaksa dengan moncong senjata? Mereka mencipta kata-kata indah- "perjuangan", "nasionalisme", "pengorbanan", tapi semuanya hanya selimut untuk menutupi nafsu kekuasaan yang menjijikkan. Sejatinya, manusia mencintai kehancuran- sebab di puing-puing itu, mereka bisa membangun kerajaan atas nama harapan, padahal fondasinya dari daging dan darah. Tak ada yang suci dalam perang. Tak ada yang heroik dalam membunuh. Yang ada hanyalah manusia- yang selalu lapar, selalu haus, selalu ingin menjadi Tuhan tanpa pernah bisa menjadi manusia,.
1. Imamku dari Seoul [END] by yellowchipsz
39 parts Complete
"Shin Leo, Sang ahli robotik yang disanjung banyak wanita, apa niatmu menikahiku?" ~[Sabiya]~ "Biya, aku menikahimu karena...." ~[Shin]~ "Karena apa, Oppa? Jangan sampai pengakuanmu yang sebenarnya mengecewakanku!" ~[Sabiya]~ "Sebenarnya ...." ~[Shin]~ γ€ŠUNIVERSE KE 1 cerita Imamku - robotika πŸ€–γ€‹ πŸ‘‘ Genre: Science Fiction - Spiritual - Romance β€’ β€’ β€’ β€’ β€’ 🐒🐟 Rencana menanti dilamar oleh Hamas pun gagal dikarenakan seorang pria asing dengan profil robot sudah mengguncang kehidupan Sabiya yang tenteram. Pria Korea yang disapa 'Shin' itu mendapatkan julukan 'Ikan A-Shin' sebagai wujud ketidaksenangan Sabiya akan perjodohan itu. Shin yang terlihat misterius, tapi semakin lama semakin menyilaukan dengan aura kasih sayangnya yang tulus, membiarkan hatinya terbanting karena berkali-kali menerima cercaan gadis yang sudah diam-diam ia cintai itu. Hingga, cinta di hati Sabiya pun tumbuh ketika mengalami kejadian-kejadian aneh dan menegangkan yang berhubungan dengan identitas Shin. Selain itu, pesona Sabiya membuat sahabat dan juga musuh Shin sulit mengontrol hati. Mampukah seorang Sabiya mempertahankan diri untuk bisa menjalani hidup yang memporak-porandakan pikiran dan hati? Atau, mampukah seorang Shin menjanjikan kebahagiaan kepada Sabiya secara utuh, meski suatu saat ia harus meninggalkan seisi dunia ini lebih cepat demi sebuah amanah? β€’ β€’ β€’ β€’ β€’ Rate: 18 ⚠️ ⚠️ TIDAK DIPERKENANKAN MENG-COPY CERITA BAIK SEBAGIAN APALAGI SECARA KESELURUHAN! ⚠️ 6-Mei-2019 Highest Rank: β€’2 in #sciencefiction : 23Jan20 β€’6 in #muslim : 12Mei19 β€’2 in #kth : 16Sep19 β€’1 in #Mualaf : 25Juni19 β€’2 in #Hacker : 25Juni19 β€’10 in #lovestory : 30Agst19 β€’1 in #taehyung : 3Des19 β€’2 in #robot : 9Jul24
α΄…Ιͺκœ°κœ°α΄‡Κ€α΄‡Ι΄α΄› Κα΄‡α΄€Κ€κœ± Ιͺ κœ±α΄›Ιͺʟʟ ΚŸα΄α΄ α΄‡ ᴜ {The End}  by Nata_decoco_enak_tau
20 parts Complete
β€’β€’βœŽβ€’β€’γ€β„™π•–π•£π•™π•’π•₯π•šπ•’π•Ÿ β€’β€’βœŽβ€’β€’γ€ β•°β”ˆβž€ π™²πšŽπš›πš’πšπšŠ πš’πš—πš’ πš–πšŽπš—πšπšŠπš—πšπšžπš—πš πš‹πš‘πš‹ β•°β”ˆβž€ πš‚πšŠπš–πš™πšžπš• πšŒπšŽπš›πš’πšπšŠ πš‘πšŠπš—πš’πšŠ πšŠπš–πš‹πš’πš• π™Ώπš’πš—πšπšŽπš›πšŽπšœπš πšπšŠπš— πšŽπšπš’πš πšπš’πš”πš’πš β•°β”ˆβž€ π™±πšŠπš—πš’πšŠπš” πš”πšŠπšπšŠ πš–πšŽπš—πšπšŠπš—πšπšžπš—πš πš”πšŠπšœπšŠπš› β•°β”ˆβž€ π™²πšŽπš›πš’πšπšŠ πš’πš—πš’ πšπš’πšπšŠπš” π™±πšŽπš›πš–πšŠπš”πšœπšžπš πš–πšŽπš—πšπš‘πš’πš—πšŠ πšŠπš™πšŠπš™πšžπš— β•°β”ˆβž€ π™±πšŠπš—πš’πšŠπš” πšπš’πš™πš˜ πš‹πšŽπšπšŽπš›πš‹πšŠπš—πšπšŠπš— β•°β”ˆβž€ π™Όπš˜πš‘πš˜πš— πš–πšŠπšŠπš πš”πšŠπš•πšŠπšž πšπšŠπš•πšŠπš– πšŒπšŽπš›πš’πšπšŠ πš–πšŽπš—πš’πš’πš—πšπšπšžπš—πš πš”πšŠπš•πš’πšŠπš— β•°β”ˆβž€ πšƒπšŽπš›πš’πš—πšœπš™πš’πš›πšŠπšœπš’ πšπšŠπš›πš’ πšŒπšŽπš›πš’πšπšŠ 𝚜𝚊𝚒𝚊 πšœπšžπš”πšŠπš’ β•°β”ˆβž€ π™·πšŠπš—πš’πšŠ πšπš’πš”πšœπš’ β•°β”ˆβž€ π™ΊπšŠπš•πšŠπšž πšπš’πšπšŠπš” πšœπšžπš”πšŠ πšœπš”πš’πš™ πšœπšŠπš“πšŠ β—‡ ─ β—‡ ─ β—‡ β—‡ ──── β—‡ ─ β—‡ ─ ─ β—‡ Biasanya cerita seseorang pergi ke masa lalu karena keinginan kan? Atau hanya penasaran mengenai masa lalu atau sebuah misi Lalu pasti pada mikir kalau ke masa lalu kita akan menjadi kaya raya dengan cara menjual produk sekarang jual ke masa lalu, atau membawa alat canggih ke masa lalu supaya orang masa lalu anggap kita adalah orang pintar sebagai penemunya Tapi beda lagi dengan gue malah jadi penjaga pribadi seorang pangeran yang lemah minta ampun lalu gue di berikan 2 pilihan sulit?!? Indonesia Dia merupakan ilmuwan yang sangat pintar dan hebat, ia sudah banyak menciptakan banyak alat yang berguna seperti membuat tangan robot, kaki terbuat robot, mobil terbang dan lain-lain Namanya udah terkenal
You may also like
Slide 1 of 10
Syal Merah cover
aku?? putra seorang duke? {end s1} cover
Target Terminated [] Seungmin cover
You From The Future  cover
REPEAT [Slow Update] cover
I Became A Cannon Fodder cover
Two Seconds [END] cover
1. Imamku dari Seoul [END] cover
Whispers of Tiraswana : Origins Awakened cover
α΄…Ιͺκœ°κœ°α΄‡Κ€α΄‡Ι΄α΄› Κα΄‡α΄€Κ€κœ± Ιͺ κœ±α΄›Ιͺʟʟ ΚŸα΄α΄ α΄‡ ᴜ {The End}  cover

Syal Merah

5 parts Ongoing

Lihatlah manusia.... makhluk berakal, katanya, tapi berakal hanya untuk merancang kehancuran dengan cara yang lebih efisien dari iblis manapun. Mereka lahir dengan tangan kosong, namun tumbuh dengan jemari yang tak pernah cukup menggenggam. Satu takhta tak cukup, satu negeri terlalu sempit, satu nyawa tak sebanding dengan harga ambisi. Mereka mencipta Tuhan dari kaca dan bayangan, lalu menjadikannya alasan untuk menyalakan api di rumah sesamanya. Lalu, ketika tubuh hangus terbakar, mereka berkata: "Ini takdir, ini suci." Padahal semua hanya siasat licik, untuk menjarah lebih banyak, menguasai lebih dalam. Di medan perang, tidak ada musuh sejati, hanya cermin-cermin retak yang saling menuduh bayangan masing-masing sebagai setan. Manusia menanam senyum di bibir diplomasi, sementara tangannya menandatangani pengiriman peluru ke tempat di mana anak-anak belajar menyebut "ayah". Dan ketika tanah itu retak oleh ledakan, dan langit pun tak sudi menurunkan hujan, mereka berkumpul di ruang rapat ber-AC, membahas damai yang bisa dijual dengan harga saham. Oh, manusia bukan makhluk sosial- mereka makhluk serigala yang diajari mengenakan jas. Mereka berdiri di atas kuburan sambil berkata: "Semua demi kemajuan." Apa makna "maju", jika harus melangkahi mayat? Apa artinya "kebebasan", jika harus dipaksa dengan moncong senjata? Mereka mencipta kata-kata indah- "perjuangan", "nasionalisme", "pengorbanan", tapi semuanya hanya selimut untuk menutupi nafsu kekuasaan yang menjijikkan. Sejatinya, manusia mencintai kehancuran- sebab di puing-puing itu, mereka bisa membangun kerajaan atas nama harapan, padahal fondasinya dari daging dan darah. Tak ada yang suci dalam perang. Tak ada yang heroik dalam membunuh. Yang ada hanyalah manusia- yang selalu lapar, selalu haus, selalu ingin menjadi Tuhan tanpa pernah bisa menjadi manusia,.