Horrsia
⚠️Adegan kekerasan (deskripsi eksplisit)
--Terinspirasi dari Abad Kekosongan
[Cover bersifat sementara]
[15+]
Di antara jejak hitam putih di atas kertas lusuh, orang-orang yang mengecam keadaan kembali menjadi bagian dari sembilu. Di peradaban yang sejatinya tidak baru, orang-orang bermain domba dengan anak-anak sebagai bidaknya.
Sebagai hukumannya, dunia berakhir dalam api yang membara ... di tangan manusia sendiri.
Waktu berlalu jauh ke belakang, membawa seseorang terbangun di antara kristal yang menahan gerak. Sosok itu terbangun di peradaban yang tidak familiar. Disambut pula oleh festival kelahiran kembali di ibukota. Bersama bunga-bunga yang tumbuh bermekaran. Meski kelopakmya terus berguguran.
Tidak hanya itu, dalam semalam saja, sayembara sudah diumumkan oleh Penginformasi Kekaisaran. Sebuah sayembara yang membawa sang Pengelana untuk mempertimbangkan kesempatan kesekian-nya itu. Mungkin inilah alasan ia kembali, untuk terakhir kalinya.
© Horrsia | Navasia Deanrya - 2026