Previous Page of 3Next Page

Daftar Penganiayaan Terhadap Umat Kristiani

spinner.gif

BERITA DUNIA

VICTORIUS/EDISI 388/APRIL 2007

Daftar Penganiayaan Terhadap Umat Kristiani Sampai Januari 2007

Korut, Arab Saudi dan Iran menempati peringkat tiga besar

Indonesia tempati peringkat 41

Sebuah pengamat penganiayaan terhadap umat Kristiani merilis daftar tahunannya dan menempatkan 50 negara berdasarkan intensitas penganiayaan.

World Watch List January 2007 dari Open Doors menempatkan Korea Utara sebagai penganiaya Kristiani nomor satu selama empat tahun berturut-turut, sebuah ranking yang tidak mengejutkan di antara kelompok-kelompok hak asasi manusia. Dalam daftar tersebut Open Doors juga menempatkan Arab Saudi dan Iran di kedudukan kedua dan ketiga.

1. Korea Utara

"Korea Utara adalah negara yang paling represif (menindas) di dunia," ungkap Presiden Open Doors AS Dr. Carl Moeller." Hati saya hancur saat mendengar beberapa kebengisan yang ditujukan kepada saudara dan saudari kita disana."

Bersama dengan pemenjaraan dan penganiayaan, para staf Open Doors memperkirakan ratusan umat Kristiani telah dibunuh oleh rezim Komunis itu pada tahun 2005.

Negara yang "tidak bebas" itu terus menjadi keprihatinan serius bagi pemimpin-pemimpin bangsa Serikat dan aktivis hak asasi manusia. Di Amerika Serikat, baru-baru ini departemen dalam negeri disana didesak untuk mengimplementasikan ketentuan-ketentuan utama dari UU HAM Korea Utara tahun 2004.

Sebelumnya sebuah laporan yang dirilis oleh Freedom House(Freedom in the World 2006) menempatkan negara komunis itu di peringkat yang paling rendah, terutama dalam hak-hak politik dan kebebasan sipil. Penyiksaan dan pelanggaran hak asasi manusiadi dalam sebuah studi penting berjudul "Thank you, Father Kim Il Sung" yang dirilis oleh Komisi Kebebasan Religius Internasional Amerika Serikat pada November lalu.

2. Arab Saudi

Mengekor sebagai negara yang paling menindas sejak lima tahun lalu di daftar penganiayaan Open Doors adalah Arab Saudi, dimana kebebasan religius tidak ada.

Dalam Laporan Kebebasan Religius Internasional yang terbaru, tidak ada perubahan dicatat dalam status kebebasan beragama di negara yang merupakan salah satu dari delapan negara yang berada dalam" Countries of Particular Concern" (CPC) ini.

Lebih dari 70 ekspatriat Kristiani ditangkap tahun 2005 saat beribadah di rumah pribadi, yang disebut-sebut sebagai penangkapan umat Kristiani terbesar dalam dekade terakhir, lapor Open Doors. Kebanyakan dari umat Kristiani yang ditangkap pada akhirnya dibebaskan.

3. Iran

Situasi bagi umat Kristiani di Iran semakin buruk dengan terpilihnya Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Menjadikannya naik dari peringkat lima ke peringkat ketiga. Di Iran ada ombak penganiayaan yang baru muncul pada tahun 2005.

Pengamat Hak Asasi Manusia yang bermarkas di New York,AS, melaporkan suatu kemerosotan yang patut diperhatikan di negara Islam tersebut. Umat percaya yang berlatar belakan Muslim punya ketakutan yang lebih besar akan penganiayaan dan bahkan dibunuh karena iman mereka.

Yang lainnya

Negara dalam peringkat sepuluh besar di laporan Open Doors pada umumnya

tidak berubah kecuali Yemen yang naik dari peringkat delapan ke nomor enam.

Kemajuan bagi umat Kristiani tercatat antara lain di Indonesia yang peringkatnya menurun tajam dari peringkat 35 pada awal 2006 menjadi nomor 41. Memang ada beberapa tekanan terjadi khususnya di daerah konflik Poso, namun secara keseluruhan menurut Open Doors, Indonesia mengalami kemajuan karena tercatat tidak ada kematian yang dialami oleh misioner. Kecuali seorang Pendeta bernama Kongkoli yang terbunuh beberapa waktu lalu.

Previous Page of 3Next Page

Comments & Reviews (1)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended