Previous Page of 7Next Page

KISAH - KISAH ISLAMI

spinner.gif

KISAH - KISAH ISLAMI Berbagi cerita, artikel Islami dan kisah dalam khazanah Islam

 1. KISAH NABI LUTH AS

Nabi Luth as adalah putera dari saudara laki-laki Nabi Ibrahim as yang bernama Harun, beliau ikut serta hijrah bersama Nabi Ibrahim as dari negeri Babil ke negeri Syam. Ada satu negeri yang penduduknya sangat durhaka kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. nama negeri itu adalah Sadum atau Sodom, disanalah Nabi Luth diutus oleh Allah swt. Negeri Sodom terkenal dengan penduduknya yang suka kepada sesama jenis atau disebut homoseksual. Budi pekerti mereka sangat rendah dan disana mereka tidak mau kawin, kecuali dengan pasangan sejenis, yaitu laki-laki dengan laki-laki. Tujuan mereka adalah untuk menghindari perkembangan keturunan. Mereka benar-benar manusia berhati batu, bebas dari rasa malu dan tidak mau menerima nasehat. Jika mereka dinasehati oleh nabi-nabi mereka dan diancam dengan azab, maka mereka menjawab; "Datangkanlah dengan segera siksa Allah itu, jika kiranya engkau orang yang benar, hai Luth...!"

Hal ini difirmankan oleh Allah swt didalam Al-Qur'an surat Al-Ankabut: 28-29 yang berbunyi,

Artimya : "Kami utus Nabi Luth, yaitu ketika ia berkata kepada kaumnya: Sesungguhnya kamu telah berbuat kekejian yang belum pernah diperbuat seorangpun diantara isi alam ini. Sesungguhnya kamu bersenggama sesama laki-laki dan merampok dijalan serta kamu berbuat kemunkaran di tempa perhimpunan kamu, maka tiadalah kaumnya itu menjawab, melainkan mereka berkata: Datangkanlah siksaan Allah itu jika kamu benar."

Mendengar jawaban mereka yang sebodoh itu, maka Nabi Luth as berdoa kepda Allah,

Artimya : "Luth berdoa: Wahai Tuhanku...! Tolonglah saya melawan kaum yang berbuat kerusakan ini." (QS. Al-Ankabut: 30)

Kaumnya Nabi Luth as, sudah benar-benar melampaui batas dan dikuasai oleh hawa nafsu, sehingga hati dan pikiran mereka tertutup dan keras seperti batu dan tidak dapat menerima kebenaran. Walaupun demikiah Nabi Luth tidak putua asa untuk memberi peringatan kepada kaumnya agar mereka mau kembali kepada jalan Allah swt. tetapi seruan itu tetap tidak di dengar oleh mereka dan justru mereka malah mengusir Nabi Luth dari negerinya.

Sebelum kaum Nabi Luth dan negeri Sodom dihancurkan oleh Allah Swt. Pada suatu malam datanglah beberapa Malaikat datang bertamu kerumah Nabi Luth. Akan hal itu Nabi Luth menjadi khawatir, karena tamu-tamunya itu orang-orang yang tampan rupawan. Benar apa yang ditakutkan itu terjadi, melihat tamu-tamu Nabi Luth yang tampan-tampan itu, kaumnya berdatangan kerumahnya. Awalnya Nabi Luth tidak mengetahui jika tamunya itu adalah malaikat yang diutus oleh Allah yang menyamar menjadi manusia laki-laki yang tampan. Setelah kaumnya berdatangan beliau menjadi sedih dan takut akan perbuatan kaumnya terhadap tamu-tamunya itu.

Setelah kaumnya sudah banyak berdatangan dan melakukian bujuk rayu serta mengajak berbuat kehinaan pada tamu-tamu Nabi Luth as., maka Nabi Luth as. bertambah menjadi sedih, karena sangat merasa malu terhadap tamu-tamunya itu akan kelakuan kaumnya yang selalu berbuat bencana.

Allah SWT berfirman : "Ketika datang utusan Kami kepada Luth, lalu mereka tak senang dan sempit dadanya dan ia berkata: Inilah hari yang sangat susah sekali. Maka datanglah kaumnya kepadanya dengan segera mendapatinya, memang sejak dahulunya mereka telah berbuat beberapa bencana, Luth berkata: Itulah anak perempuanku, yang boleh dikawini, mereka lebih suci bagimu. Takutlah kepada Allah dan janganlah berbuat kehinaan pada tamuku. Tiadakah diantara kamu laki-laki yang berpikiran lurus...?" (QS. Hud : 77-78)

Merekapun menjawab pada QS. Hud : 79, yang berbunyi :

"Sahut mereka: Sesungguhnya engkau tekah mengetahui, bahwa kami tidak memerlukan anak perempuanmu, dan engkau juga mengetahui akan apa yang kami kehendaki (yakni cinta kepada sesama leleki)."

Karena sangat malu kepada tamunya, sehingga Nabi Luth as menjadi sangat marah kepada kaumnya. Tetapi terpikir lagi oleh Nabi Luth as, bahwa kemarahannya tidak akan ada artinya bagi mereka. nabi Luth yang merasa tidak bisa berbuat apa-apa itu hanya bisa mengucapkan: "Jika seandainya aku ada kekuatan padaku untuk melawan kamu atau teman yang menolong saya, tentu kamu saya usir." Dalam keadaan cemas dan gelisah, setelah diberitahu oleh tamu-tamunya, barulah Nabi Luth mengerti, bahwa tamunya itu adalah Malaikat yang akan memberi kabar. dengan demikian hilanglah rasa cemas dan kesedihan di hati Nabi Luth as.

Previous Page of 7Next Page

Comments & Reviews

Login or Facebook Sign in with Twitter
library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended