Previous Page of 80Next Page

Materi Tarbiyah

spinner.gif

(3E 'DDG 'D1-EF 'D1-JE

AL ISLAM

E91A) 'D%3D'E

Muqadimah

Ketika Allah SWT menjadikan Islam sebagai jalan kehidupan bagi kaum muslimin, tentulah Allah sudah mengetahui akan berbagai hal yang akan dihadapi oleh manusia (baca; kaum muslimin) itu sendiri. Karena Islam menginginkan adanya penyelesaian dan kedamaian atas segala hal yang menimpa manusia dalam kehidupan mereka. Dan seperti itulah sesungguhnya profil al-Islam. Islam merupakan pegangan hidup manusia yang mampu mengantarkan mereka pada kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat, serta mampu mengentaskan segala problematika yang mereka hadapi.

Sejarah telah memperlihatkan kepada kita, betapa Islam mampu menjadi poros dunia yang memimpin serta menguasai peradaban dalam waktu yang relatif lama. Dan jika diperhatikan, kejayaan dan kemajuan Islam sangat identik dengan kekomitmenan mereka terhadap Islam. Demikian juga sebaliknya, ketika komitmen tersebut telah meluntur maka kejayaan Islampun mulai pudar, seiring pudarnya keimanan kaum muslimin. Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya telah mengingatkan kepada kita:

BN'DN 1N3OHRDO 'DDGP 5NDQNI 'DDGO 9NDNJRGP HN3NDQNEN : *N1NCR*O APJRCOER #NER1NJRFP DNFR *N6PDQOH' EN' *NEN3QNCR*OER (PGPEN' CP*N'(N 'DDGP HN3OFQN)N FN(PJPGP

(H1'G E'DEC)

Rasulullah SAW bersabda, Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, yang kalian tidak akan pernah tersesat selagi masih berpegang teguh pada keduanya; yaitu kitabullah (al-Qur'an) dan sunah nabinya (al-Hadits).' (HR. Imam Malik)

Kemunduran kaum muslimin juga merupakan bagian dari 'kesesatan' sebagaimana yang digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam hadits di atas. Karena dalam kondisi mundur, sangat mudah bagi musuh-musuh Islam untuk melancarkan berbagai hujaman kepada Islam, baik berbentuk politik, ekonomi, militer, pendidikan dan lain sebagainya, sebagaimana yang terjadi sekarang ini. Kemudian kemunduran seperti inipun disebabkan karena mengendurnya komitmen kaum muslimin terhadap Islam. Untuk itulah, perlu kiranya bagi kita untuk mengkaji ulang tentang hakekat dinul Islam secara utuh dan menyeluruh agar kita dapat kembali meraih kejayaan yang telah hilang dari tangan kita.

Mengenal Islam

Dari segi bahasa, Islam berasal dari kata aslama yang berakar dari kata salama. Kata Islam merupakan bentuk mashdar (infinitif) dari kata aslama ini.

'D%3D'E E5/1 EF #3DE J3DE %3D'E'

Ditinjau dari segi bahasanya yang dikaitkan dengan asal katanya, Islam memiliki beberapa pengertian, diantaranya adalah:

Berasal dari salm ('D3QNDRE) yang berarti damai.

Dalam al-Qur an Allah SWT berfirman (QS. 8 : 61)

HN%PFR ,NFN-OH' DPD3QNDREP AN',RFN-R DNGN' HN*NHNCQNDR 9NDNI 'DDQNGP %PFQNGO GOHN 'D3QNEPJ9O 'DR9NDPJEO

Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Kata 'salm' dalam ayat di atas memiliki arti damai atau perdamaian. Dan ini merupakan salah satu makna dan ciri dari Islam, yaitu bahwa Islam merupakan agama yang senantiasa membawa umat manusia pada perdamaian. Dalam sebuah ayat Allah SWT berfirman : (QS. 49 : 9)

HN%PFR 7N'&PAN*N'FP EPFN 'DREO$REPFPJFN 'BR*N*NDOH' AN#N5RDP-OH' (NJRFNGOEN' AN%PFR (N:N*R %P-R/N'GOEN' 9NDNI 'D#O.R1NI ANBN'*PDOH' 'DQN*PJ *N(R:PJ -N*QNI *NAPJ!N %PDNI #NER1P 'DDQNGP AN%PFR AN'!N*R AN#N5RDP-OH' (NJRFNGOEN' (P'DR9N/RDP HN#NBR3P7OH' %PFQN 'DDQNGN JO-P(QO 'DREOBR3P7PJFN

Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu'min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil."

Previous Page of 80Next Page

Comments & Reviews

Login or Facebook Sign in with Twitter
library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended