Previous Page of 22Next Page

Tulisan Gede Prama

spinner.gif

Gede Prama

Daftar Isi

1. Ancaman Kawan Kemajuan

2. Anda Itu Sangat Simpatik

3. Awas, Ada Diktator Ide

4. Awas, Halaman Ini Beracun

5. Ayam Dan Burung Elang

6. Bab Pertama Buku Kebijaksanaan

7. Bali Bagian Atas Licin

8. Banggalah Ketika Anda Kalah

9. Bangsaku

10. Bebas Dari Belenggu Ketakutan

11. Bebas Dari Manajemen

12. Beda Ekonom Dengan Ular

13. Belajar Atau Bubar

14. Belajar Manajemen Dari Puisi

15. Belajar Memimpin Dari Anjing

---------------------------

1. Ancaman Kawan Kemajuan

Oleh : Gede Prama

Terkadang, saya kagum dengan sejumlah manusia perkasa. Bayangkan, bila kebanyakan orang suka lari, atau ketakutan dengan segala macam ancaman, ada saja manusia yang justru mengisi hidupnya dengan mencari ancaman. Seorang sahabat saya, memasuki bisnis komputer justru karena di situ ada banyak pesaing. Sahabat saya yang lain, justru melakukan investasi membangun pabrik baru ketika orang sedang ribut tentang kapan ekonomi akan pulih. Lebih gila lagi, ada rekan pengusaha yang membuka pinjaman baru dalam dolar lagi.

Membaca berita tentang dituntutnya Bill Gates bersama Microsoft-nya, saya teringat lagi dengan species manusia seperti di atas. Hampir dari semua penjuru datang tuntutan. Tidak ada bulan dalam media bisnis dunia, yang luput dari pemberitaan tentang tuntutan terhadap Microsoft. Yang lebih menarik lagi, Bill Gates tetap saja merajai pasaran di tengah maraknya tuntutan hukum di sana-sini.

Lebih gila dari Bill Gates, Michael Szymsnzyk - komandan perusahaan rokok terkemuka Philip Morris - sebagaimana dilaporkan majalah Forbes edisi 9 Agustus 1999, bahkan memiliki rekor keberanian hidup bersama ancaman secara amat mengagumkan.

Dalam bahasa Forbes, Philip Morris sebenarnya sebuah perusahaan yang dikepung ancaman dari mana-mana. Lihat saja, setidak-tidaknya ada 645 (enam ratus empat puluh lima) tuntutan hukum yang ditujukan ke arah Philip Morris. Namun, Michael beserta pasukannya malah menantang balik para penuntut tadi. Lebih dari itu, tidak hanya para penuntut lewat jalur hukum yang diladeni, pesaingpun dilayani secara amat ksatria.

Meminjam argumen Grady Rosier - komandan Mc.Lane Co. - 'They are not in paralysis and hiding behind lawyers'. Philip Morris tidak dibuat lumpuh oleh ancaman dan ratusan tuntutan. Dan mereka juga tidak bersembunyi secara malu-malu di balik punggung pengacara.

Sebaliknya, di tengah derasnya gelombang ancaman dan tuntutan ini, Philip Morris bahkan disebut Forbes sebagai A Global Marketing Machine. Lihat saja angka-angka yang bersembunyi di balik mesin pemasaran global ini. Kendati angka pertumbuhan konsumsi rokok menukik habis-habisan semenjak tahun 1996, bahkan hampir menyentuh garis horisontal grafik yang disajikan Forbes, tetapi Marlboro memiliki pangsa pasar yang menanjak secara mengagumkan. Grafik Forbes menunjukkan sudut menyerupai sudut empat puluh lima derajat, ketika menggambarkan pangsa pasar Marlboro sejak tahun 1994. Estimasi penghasilan bersih yang dicanangkan sejak 1999 hingga 2002, juga senantiasa meningkat, meningkat dan meningkat. Penerimaan Philip Morris sejak 1995 hingga 1999, juga meningkat secara mencengangkan.

Itu dari segi kinerja keuangan. Dari segi kepuasan karyawan, perusahaan ini juga tidak kalah menarik. Kendati hidup dalam industri yang penuh dengan harimau dan singa yang mengancam, sejumlah karyawan bertutur puas bekerja di perusahaan 'gila' ini. Seorang MBA muda dari Universitas New York dengan umur 29 tahun, mengaku jujur : 'I come to work every day and feel like I'm surrounded by family. A lot of it has to do with values and common beliefs. Freedom to choose is a shared values'.

Previous Page of 22Next Page

Comments & Reviews

Login or Facebook Sign in with Twitter
library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended