AnishaDayu

Oke baiklah, cerita "Ketika Rembulan Mengecup Lautan" sudah update yaaa~
          	
          	Btw ada sedikit trivia. Di bab kemarin ada keterangan yang menyebutkan kata "pwan". Tahu nggak, kalau sistem pasar di zaman dulu mengikuti sistem hitungan pasaran hari?
          	
          	Desa-desa di Jawa terdapat hari pasaran (pancawāra) yang berjumlah 5 dalam sepekan: legi, pahing, pon, wage, kliwon. Urutan perhitungannya  adalah legi/umanis (timur), pahing (selatan), pwan (barat), wagai (utara), kaliwuan (tengah). Dan pertukaran barang berlangsung dalam siklus lima hari dalam sepekan ini.
          	
          	Hehe ... terasa nggak asing kan nama-namanya ? Yap, zaman dulu, bahkan untuk urusan pertukaran barang/pasar kita sudah sangat terorganisir

AnishaDayu

Oke baiklah, cerita "Ketika Rembulan Mengecup Lautan" sudah update yaaa~
          
          Btw ada sedikit trivia. Di bab kemarin ada keterangan yang menyebutkan kata "pwan". Tahu nggak, kalau sistem pasar di zaman dulu mengikuti sistem hitungan pasaran hari?
          
          Desa-desa di Jawa terdapat hari pasaran (pancawāra) yang berjumlah 5 dalam sepekan: legi, pahing, pon, wage, kliwon. Urutan perhitungannya  adalah legi/umanis (timur), pahing (selatan), pwan (barat), wagai (utara), kaliwuan (tengah). Dan pertukaran barang berlangsung dalam siklus lima hari dalam sepekan ini.
          
          Hehe ... terasa nggak asing kan nama-namanya ? Yap, zaman dulu, bahkan untuk urusan pertukaran barang/pasar kita sudah sangat terorganisir

AnishaDayu

Hai, Teman-teman. Setelah sekian lama hiatus, saya bakal balik dengan membawa bab baru buat cerita "Ketika Rembulan Mengecup Lautan" lhooo. Hehehehe ...
          
          Ini dia spoilernya:
          
          Ibunya telah mati. Satu kalimat yang mampu membungkam Angreni. Saat mendengar kalimat itu dari ketua perampok gunung yang babak belur, Angreni sama sekali tak menangis. Bahkan ketika ia menjumpai mayat ibunya yang telah membusuk, tak ada gurat kesedihan di wajahnya. Tatapan matanya kosong, seakan-akan ia telah terjatuh ke sebuah lubang gelap tak berujung.

AnishaDayu

Halo, Teman-teman,
          
          Menjelang hari yang suci ini, saya mengucapkan permohonan maaf jika ada salah. Mari kita saling memberi, berbagi, dan juga menyucikan hati. Selamat Idul Fitri :)
          
          Oh, ya. Mumpung lebaran saya mau kasih hadiah buat dijadiin temen liburan hehe ... bisa dibaca di sini: https://www.wattpad.com/story/177914913-like-yesterday
          
          Ceritanya nggak begitu dark dibanding  "Ketika Cahaya Rembulan Mengecup Lautan". Semoga kalian suka ya :)
          
          Salam, Anisha Dayu

AnishaDayu

Halo, kembali bertemu lagi dengan saya. Akhirnya, saya siap melanjutkan cerita "Ketika Cahaya Rembulan Mengecup Lautan" setelah sekian lama menunggu ilham :)
          
          Daoakn saya semoga bisa fokus, ya~

AnishaDayu

@defianaJohan Terima kasih banyak >///<
Reply

defianaJohan

@ AnishaDayu  sangat ditunggu
Reply

AnishaDayu

@ ayuning_dian  makasihhhh ternyata ada yg nungguin 
Reply

AnishaDayu

Mohon maaf semua, ini adalah akun FArffa. Semula nama saya memang itu, tapi karena satu-dua hal, saya akhirnya mengubah nama saya.
          
          Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan. Pertama, saya mohon maaf karena saya sudah jarang update lagi cerita "Ketika Cahaya Rembulan Mengecup Lautan" dikarenakan kesibukan saya di dunia nyata. Kedua, karena saya merasa kurang puas dengan cerita itu, saya ingin sedikit mengubah beberapa part. Namun, tenang saja, part yang berubah itu sama sekali tidak memengaruhi plot cerita, malah bisa memperjelas sesuatu yang penting.
          
          Untuk itu saya mohon maaf sedalam-dalamnya pada kalian, teman-teman yang telah mendukung cerita saya ini. Kalau ada info lain saya bakal kasih tahu, kok. Sebab, saya sayang sama kalian :D
          
          Akhir kata, terima kasih.
          
          Salam, Anisha Dayu

AnishaDayu

[Trivia] Setting yang digunakan di cerita ini adalah Tulungagung dan pantai yang digunakan Vivi untuk mencoba bunuh diri adalah Pantai Sine. 
          
          Halo, selamat bertemu lagi sama saya. Setelah beberapa bulan berjibaku dengan drama, saya akhirnya bisa melanjutkan cerita ini juga :) Seneng rasanya. Oh, ya, saya baru aja upload bab 14 bagian 2. Selamat membaca :)

AnishaDayu

[Trivia] Di bab 11 cerita Ketika Cahaya Rembulan Mengecup Lautan disinggung nama pujangga Pu Sedah dan Prabarini.  
          
          Masih ingat di pelajaran sejarah kenapa kakawin Bhāratayuddha ditulis oleh 2 orang? 
          
          Nah, ada sebuah legenda yang mengisahkan kisah cinta segitiga antara Prabarini, Pu Sedah, dan Jayabaya. Pu Sedah saat itu tidak bisa menyelesaikan tulisannya karena ia keburu dihukum mati oleh Jayabaya karena konon katanya berselingkuh dengan Prabarini. Sayangnya, hal yang diisukan ternyata tidak benar dan hal ini diketahui setelah Pu Sedah terbunuh dan Prabarini diasingkan.