ASMARANDANA

ASMARANDANA

70.8K Reads 4.6K Votes 5 Part Story
Risa Saraswati By Risa_Saraswati Updated Nov 30, 2016

Seorang laki-laki paruh baya tengah menangis, di samping jasad kaku penuh darah berselimut kain lapuk. Anak kecil di pangkuannya hanya asik memilin rambut, tak ada kesedihan dalam raut wajah si anak. 

"Menangislah, nak. Seolah Ibumu memang berarti untukmu..." Sang lelaki mengusap kepala anaknya anaknya. Sesaat anak itu diam, tak sampai 10 detik perhatiannya teralihkan pada sepotong kaca yang menggambarkan wajah dirinya. Di ambilnya serpihan kaca yang lebih kecil, matanya menatap lekat sebuah mata berwarna abu. Keningnya mengernyit, lalu dia tatap mata laki-laki di sampingnya dengan keheranan. "Pa... pa" Ucapnya sambil menunjuki sebelah mata si laki-laki. Laki-laki itu menangis lebih keras, semerta-merta memeluk tubuh si anak. "Hanya tinggal kita berdua... tak ada Ibu", katanya.

Bertiga, dalam gubuk kecil di pinggiran kali. Tak ada sesiapa yang bersimpati atas meninggalnya seorang perempuan dewasa yang sebelumnya sibuk mengurusi ayah dan anak ini. Terlalu lelah, begitu katanya. Mengur...