Drew's
  • WpView
    Reads 123,642
  • WpVote
    Votes 7,324
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 30, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"I know I'm not good at relationship or talking about stupid feelings. So I promised myself I would never fall in love with you. But it was 3 AM and I was seventeen and we were laughing way to hard. I felt happy for the first time in a long time and I knew I was screwed." - Andrew Alexander. ----------- Andrew Alexander adalah sosok laki-laki yang menyebalkan, keras kepala, suka mengatur, dan protektif. Begitulah penilaian Iris terhadap sahabatnya sejak umur delapan tahun. Walaupun Drew begitu sering membuat Iris sakit kepala, tapi Iris tidak pernah bisa membenci Drew-seberapapun inginnya Iris untuk membencinya akan sikapnya yang menyebalkan. Iris Grey adalah sosok perempuan yang tangguh, ceria, suka menolong, dan tidak peduli apa kata orang tentang dirinya. Begitulah penilaian Drew terhadap sahabatnya sejak umur delapan tahun. Walaupun sikap Iris yang awalnya sok kenal dan sok dekat terhadap Drew, tapi sikap tersebut itulah yang membuat Drew merubah pandangannya terhadap Iris. Membuatnya menatap Iris lebih dari sekedar sahabat. Lalu, bisakah kedua insan yang memiliki sifat dan pandangan yang berbeda satu sama lain untuk bersatu? Bisakah Iris menerima semua sikap Drew yang menyebalkan? Termasuk sikap Drew yang dia sendiri baru diketahuinya bahwa Drew memiliki sikap dominan dan posesif terhadap dirinya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Círculo del Destino
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • Mulih (END)
  • Oneshoot touch me ❗
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • The Last Yes!
  • Sweetly Tied
  • EINSTEIN [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines