Perfect Imam

Perfect Imam

11.8K Reads 920 Votes 32 Part Story
Teh Monmon By monita_rp Updated Jul 24

Berawal dari masa kecil yang sering bermain nikah-nikahan. Dan sebuah janji akan menikahi ketika sudah kembali.

Sama-sama berjuang diawal dengan orang tercinta sangat tidak disukai oleh Fadil, Fadil adalah laki-laki gentlemant yang ingin berjuang sendiri. Berjuang untuk mendapatkan cinta masa kecilnya, berjuang untuk memenuhi janji kecilnya meskipun Nayla yang ingin melupakan masa kecilnya dengan Fadil.


 "Ketika Anda tidak setia, maka sebenarnya Anda sedang mengundang orang-orang yang juga tidak setia untuk mengisi kehidupan Anda." 
-Fadil Fajar Latief-

"Pada akhirnya kesetiaan yang akan membuat para penghianat menghilang dari kehidupan Anda, dan akan menyisahkan orang setia, dan orang yang mau belajar untuk setia." 
-Nayla Senja Latiefah-

atita_suwito8 atita_suwito8 Dec 06, 2016
Ini kek script naskah. Saya dulu juga pernah menulis begitu saja. Lalu mendapat komen demikian.
atita_suwito8 atita_suwito8 Dec 06, 2016
Si tokoh masih punya kegiatan, bukan? Pakai saja tanda titik. *menurutku, sih. 
                              Lalu untuk penggunaan, sih, kan, ya, nah, lah (dll) biasanya dipisah karena apa, (maaf saya lupa alasannya) tetapi yang pasti itu kata berdiro sendiri.
monita_rp monita_rp Dec 06, 2016
Masih ancur  ya kak hehe, masih belajar. Mohon bimbingannya ☺️
atita_suwito8 atita_suwito8 Dec 06, 2016
Tunggu, ini prolog? Yang di awal apa? Duh, saya terkadang masih bingung pembagian bab, prolog, epilog. Akan tetapi ini menyerupai flashback ya?
atita_suwito8 atita_suwito8 Dec 06, 2016
Kalau saya, sih, "Pagi-pagi sekali Nayla sudah sibuk di dapur. Bla, bla, bla, " tergantung penulis ding. Saya hanya saran.
atita_suwito8 atita_suwito8 Dec 06, 2016
Penggunan "di", coba sering-sering bergaul dengan EBI dan KBBI ya? Ini sering terjadi, pun kepada saya.