NEW: Introducing Tap. Addictive chat stories for your 📲 Now in 10 languages
DOWNLOAD NOW!
Benci Bilang Cinta

Benci Bilang Cinta

8.6K Reads 510 Votes 24 Part Story
ArqSandra By ArqSandra Completed

"Bagaimana jika orang terpenting di masa kecilmu menjadi musuh terbesarmu di masa depan ?"

Trauma di masa lalu membuat Rizky melupakan tentang teman kecilnya, apakah ia bisa mengingat semuanya kembali saat bertemu dengan Anisa (Ara), yang justru menjadi murid baru paling menyebalkan di sekolahnya

sakinah_andromeda sakinah_andromeda Jun 23, 2016
Tanda seru dari kata dengkul juga jangan dipisah, terus jangan dipisah juga dari tanda kutipnya. Nah, untuk penjelasan seperti -teriak rizky- itu harus dipisah dari tanda kutipnya.
                              
                              Oh iya, satu lagi.. kalau nama tokoh, tempat, jabatan, kalau bisa huruf depannya huruf kapital San ^_^
sakinah_andromeda sakinah_andromeda Jun 23, 2016
Sandraaa saran aja ya, kalo bisa tanda baca seperti titik, koma, tanda seru, tanda tanya itu diperjelas. Gue liat tiap paragraf titiknya jarang banget hehe just saran yaaaaa
sakinah_andromeda sakinah_andromeda Jun 23, 2016
"Duh, sial banget. Gara-gara lampu merah, jadi telat gue" gerutunya.
                              
                              
                              Sorry sandraaa gue bukannya sok tau, tapi gue cuma mau cerita lo ini jadi lebih enak dibaca. Jalan ceritanya udah baguuuuus banget. Tapi tanda bacanya masih kurang tepat. Semoga komentar gue membantu yaaa ^_^
sakinah_andromeda sakinah_andromeda Jun 23, 2016
"Lo kalo jalan pake mata, jangan pake dengkul!" Teriak Rizky.
                              
                              Kalau penggunaan kata -lo- gak usah pake h nya lagi San.
sakinah_andromeda sakinah_andromeda Jun 23, 2016
Dengan antusias, Anisa meminga sopirnya untuk menyetir mobilnya lebih cepat agar ia segera tiba di Sekolah barunya. Tentu saja ia tak mau terlambat datang ke tempat itu.
sakinah_andromeda sakinah_andromeda Jun 23, 2016
"Kelas gue di mana sih?" Batin gadis itu dengan nafas yang tersengal-sengal. Dengan kebingungan, Anisa mendatangi setiap sudut gedung untuk mencari kelasnya.