Paradoks

Paradoks

7.4K Reads 1K Votes 17 Part Story
K E Y By _Keytea Updated Nov 20

[Re-write]

"Saya cinta kamu." Katanya masih dengan nada datar.

Saking gemasnya, serasa ingin menceburkan kepalanya diselokan. Setiap manusia diberkahi otak untuk mengenal ekspresi, ini orang otaknya masih ada kan?

"Nggak mungkin." Balasku. Agar terlihat lebih dramatis kalimatku diiringi dengan efek air mata buaya ajaran Dian.

"Saya cinta kamu, Liandra." Geramnya.

Yes! Satu ekspresi berhasil muncul! Dia kesal!

"Nggak. Kamu nggak cinta sama saya."

"Jadi menurut kamu mengapa saya melakukan semua ini? Hanya unuk kesenangan semata?" Tatapan matanya mulai menjam.

"Bodoh kalau kamu berpikir seperti itu." Lanjutnya.

* * *

Oleh : _Keytea
Cover : Microscopium

peachymarch peachymarch Mar 25
Entah knp ceritanya sangat sangat keren, aku suka gaya bahasanya hehe
thiegisti thiegisti Feb 10
Di balik "gue gak papa" sbenernya ada apa-apa.. Kenyataannya slalu bgitu kok.. :')
dindinandri dindinandri Feb 08
Udaah keren kok, keep writing thor! Saran aja sih dialognya dibanyakin lagii;; )))
Hanya orang yg berpikiran dangkal kalw bilang kacamata itu mata -_-
Hanya orang yg berpikiran dangkal kalw bilang kacamata itu mata -_-
Hanya orang yg berpikiran dangkal kalw bilang kacamata itu mata -_-