Nala dan Mas Juragan

Nala dan Mas Juragan

  • WpView
    Reads 1,731,601
  • WpVote
    Votes 96,652
  • WpPart
    Parts 59
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 3, 2026
Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.
All Rights Reserved
#12
cinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Anna Si Ibramphobia
  • JANDA KEMBANG INCARAN CAMAT DUDA
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Menuju Seperempat Abad
  • Kembang Desa
  • Mas Juragan
  • Dewa Asmara
  • Turun Ranjang
  • GALEN PRADIPTA
  • JODOH (kedua) MAS JURAGAN

21+ (Romcom) Bagi Aleanna Hanasya, Ibram Galih Pradipta bukan sekadar dosen pembimbing, melainkan 'Malaikat Maut' bagi masa depan skripsinya. Bayangkan saja, begadang berhari-hari hanya dibalas dengan coretan tinta merah yang lebih mirip abstrak anak TK. Saking geramnya, Anna melontarkan kutukan maut. "Gue sumpahin itu dosen nggak nikah-nikah sampai tua! Gue doain juga, sekalipun dia punya jodoh, jodohnya itu belum lahir! Biar tahu rasa jadi jomblo karatan!" Namun, semesta punya cara bercanda yang ajaib. Anna yang sedang berjuang lulus demi janji manis pacarnya, Dirga, kini terjebak di antara revisi skripsi yang tak kunjung usai dan tatapan dingin Pak Ibram yang mulai terasa... berbeda. Benarkah perbedaan benci dan cinta hanya setipis tisu dibagi dua? Dan bagaimana jika 'jodoh' yang didoakan Anna belum lahir itu, ternyata adalah dirinya sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines