One More Night (cerpen)

One More Night (cerpen)

  • WpView
    Reads 388
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 11, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Balsiy dan Solono terjebak dalam cinta yang rumit. Mereka sudah saling mengenal sejak kecil, lalu Solono menemani Balsiy remaja yang kehilangan figur ayahnya. Mulanya semua itu hanya tentang peran untuk mengisi dan membawa bahagia untuk Balsiy. Sayangnya, semakin dewasa, semakin ada-ada saja isi dunia. Solono yang pusing kembali ke desa dan menghabiskan banyak waktu untuk bercerita pada Balsiy mengenai masalah rumah tangga pria itu. Lalu, Balsiy, dengan kebodohannya akan cinta memberikan kesediaan mengandung bayi pria itu tanpa ragu. Kisah gila ini membawa mereka pada malam terakhir yang diinginkan ketika putus asa melanda keduanya.
All Rights Reserved
#726
short
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • REGAN's Crazy Wife
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • BACKSTREET
  • Change The Plot (Niel) ✓
  • Mission
  • Chana's Transmigrasi
  • Drama di Pintu Kosan

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines