Transmigrasi Hira (On Going)

Transmigrasi Hira (On Going)

  • WpView
    Reads 21,602
  • WpVote
    Votes 1,662
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 29, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Hira hancur oleh pengkhianatan lelaki yang ia cintai. Raga merenggut segalanya, hingga Hira memilih mengakhiri hidup. Namun kematian justru membawanya pada tubuh Anahira Lengkara, figuran antagonis dalam sebuah novel yang berjudul True Blossom. Di sana ia kembali bertemu Raga Aldero, Raga yang tak mengenalnya seakan masa lalu tak pernah ada. Dan Hira bertekad untuk membenci, untuk membuktikan bahwa ia bisa bahagia tanpa Raga. Tapi satu hal membuatnya gentar, yakni keberadaannya di dunia novel ini bukan karena kebetulan. Tapi semuanya berawal dari Raga. •Cerita ini murni hasil imajinasiku. Mohon maklum jika terdapat beberapa kesalahan penulisan. •Harap follow akun wattpad author sebelum membaca🌹🐇 •Dukungan berupa vote dan komentar sangat berarti agar author semakin bersemangat dalam menulis.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines