"Anak sulung seharusnya menjadi kebanggaan, namun bagi Lengkara Senandika Nirwana, lahir lebih dulu justru menjadi awal dari segala nestapa." Lengkara Senandika Nirwana dan Nakula Baskara Sadana adalah saudara kembar. Namun, takdir memperlakukan mereka dengan sangat berbeda. Lengkara dibuang karena dianggap pembawa sial, sementara Nakula tumbuh sebagai putra tunggal yang sangat dibanggakan. Ditinggalkan di Banyuwangi bersama sang Kakek, Lengkara menjalani hidup sederhana. Selama tinggal bersama Yusuf, kakeknya, ia harus membagi waktu antara sekolah dan menjadi badut jalanan demi mengumpulkan uang agar bisa menyusul orang tuanya yang ia yakini tinggal di negara tetangga yaitu Taiwan. Padahal, tanpa ia ketahui, kebohongan itu telah merenggut seluruh harapannya. Di sisi lain, Nakula yang selama ini hidup berkecukupan mulai menyadari bahwa kemewahan tak pernah bisa menggantikan kehangatan keluarga. Saat kebenaran perlahan terungkap, penyesalan datang ketika waktu tak lagi berpihak. -----
More details