𝘾𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝘽𝙞𝙣𝙜𝙠𝙖𝙞 𝙎𝙮𝙖𝙧𝙞'𝙖𝙩

𝘾𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝘽𝙞𝙣𝙜𝙠𝙖𝙞 𝙎𝙮𝙖𝙧𝙞'𝙖𝙩

  • WpView
    Reads 831
  • WpVote
    Votes 271
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 13, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
𝙋𝙍𝙊𝙇𝙊𝙂 Setiap doa yang terucap di sepertiga malam, setiap air mata yang jatuh di atas sajadah, tidak pernah sia-sia di hadapan Allah. Aisyah hanyalah seorang gadis sederhana, jauh dari kata sempurna. Hatinya sering dipenuhi rasa minder, merasa tak pantas, bahkan sempat ingin menyerah pada perasaan yang tumbuh diam-diam. Sementara itu, Alfarizi, seorang penuntut ilmu di negeri para ulama, hidup dalam lingkaran cahaya Tarim dan Madinah. Dua dunia yang seolah berjauhan, dipertemukan oleh sebuah pesan singkat di balik layar. Apa yang awalnya sekadar perkenalan sederhana, perlahan berubah menjadi perjalanan panjang: dari rasa kagum, jatuh cinta, hingga ujian hati yang membuat keduanya harus berpisah dalam doa. Bertahun-tahun tanpa kabar, hanya keyakinan yang menjaga. Namun doa yang dijaga dengan kesabaran, akhirnya menemukan jalannya. Inilah kisah tentang cinta yang tumbuh bukan dari rayuan, melainkan dari nasihat dan doa. Tentang dua hati yang berusaha saling memantaskan diri. Tentang perjalanan ta'aruf yang berakhir indah dalam ridha Allah. Karena sesungguhnya, cinta sejati bukan sekadar pertemuan dua insan melainkan pertemuan dua doa yang Allah satukan dalam takdir-Nya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [TERBIT]
  • Salah Status [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines