Baiksa Askara "Sekali saja, bernapas tanpa rasa sesak,"

Baiksa Askara "Sekali saja, bernapas tanpa rasa sesak,"

  • WpView
    Reads 250
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 11, 2025
Dadanya selalu terasa sesak, seakan udara menolak untuk tinggal terlalu lama di dalam paru-parunya. Kata-kata yang dilontarkan orang tuanya tak pernah benar-benar hilang; mereka menancap seperti duri yang menolak dicabut. Ia sering kali merasa gagal, merasa tak pernah cukup-seolah langkahnya hanyalah jejak kabur yang mudah dihapus siapa saja. Namun, anehnya, di antara semua rasa sakit itu, ia masih bisa tersenyum. Senyum yang bukan tanda bahagia, melainkan topeng agar dunia tak melihat betapa hancurnya ia di dalam. Setiap malam, ia menatap langit-langit kamarnya yang gelap, bertanya pada dirinya sendiri apakah suatu hari ia bisa benar-benar pulih, atau setidaknya tidak lagi merasa hancur. Ia tahu perjalanannya panjang. Ia tahu luka itu tidak bisa sembuh sekejap. Tapi ia tetap berjalan, walau tertatih, walau sendirian. Dan di tengah perih itu, ia masih berpegang pada satu hal sederhana-keberaniannya untuk bertahan hidup, meski sekadar untuk hari esok. Namanya, Baiksa Askara.
All Rights Reserved
#52
chicklik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain

[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Gravarenzo Kairos Ferdezeus. Meski berwajah datar pemuda tampan yang menjabat sebagai Ketua geng DrakeZeus itu memiliki pembawaan yang tenang. Namun justru ketenangan itulah yang menjadi sumber ketakutan terbesar bagi banyak orang, membuat siapa pun berpikir dua kali untuk berani mengusiknya. Tapi tidak bagi perempuan yang satu ini. Alih-alih gentar untuk mendekat, ia justru menerobos. Meski sadar bahwa perasaan cintanya kerap berakhir dengan penolakan, ia tak pernah memilih untuk menyerah. Hingga akhirnya, sebuah kesempatan hadir, membuka awal baru yang tak pernah disangka oleh keduanya....

More details
WpActionLinkContent Guidelines