The Plot Twist [ END ]

The Plot Twist [ END ]

  • WpView
    Reads 31,915
  • WpVote
    Votes 3,113
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadComplete Fri, May 22, 2026
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Terjebak dalam sebuah novel? Itu hal yang mustahil. Namun, tidak bagi Jehan. Seorang detektif yang jiwanya tiba-tiba berpindah ke dalam tubuh ketua mafia, bagaikan kertas putih yang berubah menjadi hitam. Bisakah dia bertahan dalam kekejaman dunia gelap? Atau malah memilih menjebloskan dirinya beserta kawanannya ke balik jeruji besi? Mari kita simak awal dari perjalanan baru Jehan.
All Rights Reserved
#737
transmigrasiboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Babysitter, Bung
  • The Nicholas Obsession : [On Going ]
  • Walters Never Let Go
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • Welcome Home, Guiliano.
  • The Girl They Chose: A Side Character [END | PROSES REVISI]
  • Being Aurora
  • AVISENA
  • GAIRAH MENANTU BERSERAGAM
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor! (Hiatus)

"Aku ingin kau menjaga putraku... dan teman-temannya." Naraska mengernyit. Kata-kata itu terasa janggal di telinganya. Di seberang meja kerja, Rajendra C. Lysander duduk tegak, menatapnya lurus sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di permukaan kayu. "Aku tahu ini terdengar aneh," suara Rajendra berat, sarat kelelahan. Di tangannya, selembar kertas bisnis terjepit tanpa benar-benar ia baca. "Tapi aku akan pergi selama tiga bulan untuk perjalanan bisnis. Jadi aku membutuhkan bantuanmu." Naraska menarik napas. "Aku tidak keberatan, Paman. Tapi... mengapa harus aku? Mereka sudah mahasiswa. Bukankah mereka bisa menjaga diri mereka sendiri?" Rajendra terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang. Tatapannya beralih ke luar jendela, seolah mencari jawaban pada langit senja di balik kaca. "Putraku dan teman-temannya telah tinggal di rumahku selama 5 bulan," ucapnya pelan. "Mereka tengah bersiap untuk mengikuti pertandingan Battle of the Bosses. Karena mereka meminta cuti, jadwal belajar mereka bersama pengajarnya semakin padat." Naraska menautkan alis. "Kalau begitu, mengapa aku perlu mengawasi mereka? Bukankah guru itu cukup?" Mata Rajendra kembali beralih padanya, kali ini tajam dan penuh arti. "Itulah," katanya singkat. "Yang ku ingin kau awasi"

More details
WpActionLinkContent Guidelines