Astrolens : The Lost Children

Astrolens : The Lost Children

  • WpView
    Reads 682
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 6, 2025
Aku tidak pernah mempercayai dunia fantasi sebelum akhirnya aku menjadi incaran seorang raja dunia lain-dunia yang lebih gila daripada imajinasi Nept. semua yang selalu dikatakan oleh adikku Nept, tentang Naga, Perang, Monster, hal-hal yang selalu ditemui di buku-buku atau bahkan imajinasinya sendiri. Hal-hal seperti itu tentu tidak akan ada, kita semua hanya manusia fana. Nept mendapatkan sebuah surat misterius. Awalnya, aku tidak percaya bahwa itu surat yang nyata. Seakan-akan Nept harus menjalani misi mencari pembunuh di suatu dunia aneh atau apalah itu. Akan tetapi, bukan hanya Nept, namaku juga tertulis di dalamnya. "We will be waiting for you in Arcopoet. Dearest Scaturn And Nept." Kami berdua masuk ke dalam dunia khayalan itu, rasanya benar-benar nyata. Aku dan Nept saling bertengkar ingin tetap disini atau tidak. Aku tentu menolak, aku tidak mungkin tinggal di dunia fantasi seperti ini dengan kamera canggih di tanganku yang konon di incar oleh seorang raja, musuh kota Arcopoet, ia penuh dengan sifat sombong, egois dan keji. Saat kami tiba disini, semua barang yang kami bawa di dunia nyata hancur menjadi abu kecuali kamera yang dipenuhi sihir yang sudah lama aku gunakan. Tapi, sekali lagi. Aku diincar seorang raja yang menggangguku, aku cukup frustasi. Namun aku tetap harus menjaga Nept disampingku.
All Rights Reserved
#308
duniasihir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Binar Rembulan~Transmigrasi
  • Perfect Antagonist (end)
  • When The Villain Looks at Me [END]
  • The Grand Duke Obsession (END)
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • MORGAN
  • KENRA; Antagonis Pengganti
  • Transmigrated as the Villainous Omega Prince [ END ]
  • Perfect Mom, Perfect Wife ♧END♧
  • Terjebak Di Novel Psycopath

(Peringatan: sebelum baca cerita ini aku cuman mau ingetin, Binar Rembulan akan berbeda dari cerita lain. Di sini akan banyak ekspetasi kalian yang dipatahkan. Dibacanya pelan² aja biar ngerti karena kebanyakan gak paham sama alurnya apalagi yg gak beli pdf atau versi novelnya.) Bulan. Tidak sesuai namanya yang menggambarkan keindahan. Nyatanya kehidupan Bulan jauh dari kata itu. Selalu mendapat kekerasan fisik dari ayahnya membuat Bulan jadi enggan untuk hidup. Bermula dari sang ayah yang menyiksanya hingga berujung kepalanya bocor, Bulan jatuh tak sadarkan diri. Namun kejutan lain datang ketika ia membuka mata. Bukan Rumah Sakit atau alam baka, Bulan malah mengalami kejadian yang menurutnya sangat di luar nalar manusia. Ia bertransmigrasi ke dalam sebuah cerita yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan. Binar Rembulan. Adalah tokoh pendukung dalam cerita Possesive Ernest. Tokoh yang Bulan masuki sekarang. Demi menjaga agar alur tidak melenceng, Bulan harus berperan sebagai Binar Rembulan yang terkenal BUCIN setengah mampus kepada Ernest-pacar satu minggunya. 💫💫💫 "Eh, Pacarnya aku udah bangun. Nih, aku bawain bekal khusus buat Pacar lope-lope," "Tadaaa! Ayam rica-rica dengan bumbu kasih sayang yang meresap di setiap dagingnya ala Binar Rembulan. Dijamin hari Pacar akan berwarna seperti 7 pelangi setelah mencicipi bekal buatan Binar." 💫💫💫 "Hadiah ulang tahun pacar adalah...." Binar sengaja menggantungkan kalimatnya dengan maksud agar membuat Ernest penasaran. "Kita putus!!! Yeayy!!! Seneng gak seneng gak? Seneng dongkkk." 👉note👈 Mungkin akan terdapat beberapa dialog atau bahasa yang bercampur baku dan non baku. Mianhae kalo kalian merasa tidak nyaman. Rank: #1 [fantasi] #1 [dunia novel] #1 [klasik] #1 [fiksisejarah] #1 [cerita pendek] #1 [sma] #1 [fantasy] #1 [isekai] #1 [teenfiction] #1 [getaran] #1 [fiksi] #1 [komedi] #1 [obsesi] #1 [posesif] #1 [laga] #1 [getaran] #1 [aksi] #1 [petualangan] #1 [acak]

More details
WpActionLinkContent Guidelines