Little Light In Our House

Little Light In Our House

  • WpView
    Reads 17,736
  • WpVote
    Votes 1,792
  • WpPart
    Parts 65
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 3, 2026
Keluarga Sean dan Gracia adalah keluarga harmonis dengan lima anggota, Ayah Sean yang pekerja keras tapi penyayang, Ibu Gracia yang kuat dan penuh kasih, Zean si sulung protektif yang mandiri, Christy si tengah kreatif yang sempat kewalahan menyesuaikan diri, dan Mumu, si bungsu yang cerianya membawa warna baru. Meski ada konflik kecil, seperti Christy yang kesal harus lebih sering membantu mengurus Mumu, cinta dan tawa mereka tetap menguatkan ikatan. Dari tangisan bayi di pagi hari hingga tradisi nonton film Sabtu sore, rumah mereka penuh dengan kehangatan, lelah yang berbalur kebahagiaan, dan cerita-cerita kecil yang membuat mereka semakin dekat.
All Rights Reserved
#1
verandajkt48
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • Last Hope - Cawooz
  • I'm Not Just a Figuran
  • Same, But Not
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • TOXIC BOYFRIEND
  • The Servant [James Harem]
  • Justine
  • Jodoh Pilihan Mama
  • Garwo

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines