SURAT DARI 395 TAHUN YANG LALU

SURAT DARI 395 TAHUN YANG LALU

  • WpView
    Reads 112,115
  • WpVote
    Votes 6,402
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 12, 2026
Ia datang sebagai penjajah. Tapi di mataku, ia hanya seorang pria yang takut kehilangan. Namanya Holland Benjamin Venderdikct. Dan sebelum ia kembali ke masa yang bukan milikku, ia meninggalkan sebuah surat. surat yang dunia sembunyikan selama lebih dari tiga abad. Surat yang dituliskan untukku. Untuk nama yang tidak pernah dicatat sejarah: Diajeng Sekarayu Ningtyas. Tapi cerita ini bukan sekadar tentang reinkarnasi. Bukan hanya tentang Sundari. Ada sesuatu yang jauh lebih rumit... Diajeng terlalu mencintai sejarah- terlalu tenggelam dalam masa lalu hingga batas antara kenyataan dan obsesi perlahan kabur. Apa yang ia lihat... apa yang ia temui... benarkah itu semua terjadi? Atau hanya skenario yang diciptakan pikirannya sendiri? Hanya satu hal yang pasti: entah nyata atau tidak, seseorang dari masa lalu telah menuliskan surat untuknya. Dan itu mengubah segalanya.
All Rights Reserved
#3
sadending
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PITALOKA (Revisi) ✓
  • KINANTI
  • 𝐒𝐓𝐎𝐑𝐘 𝟏𝟗𝟔𝟓 ║𝐏𝐈𝐄𝐑𝐑𝐄 𝐓𝐄𝐍𝐃𝐄𝐀𝐍
  • KARMA PHALA (TAMAT)
  • Daendels Estella (complete)
  • Surat Untuk Jenaka (Complete)
  • DWIPANTARA; Melati ing Mataram
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • MADA (Complete)
  • Cinta Bertakhta [TAMAT]

༻─Ꭺ᥉ɾᥲɾ Ᏼᥙᥲᥒᥲ II─༺ Jika Dyah Pitaloka Citraresmi tak pernah melakukan bela pati dalam perang Bubat, Hayam Wuruk tentu akan tetap memperjuangkan cintanya yang sempat mengabu. Meski begitu, semua jelas kembali lagi pada takdir yang sudah tertulis. Namun bagi Hayam Wuruk, Pitaloka bukan milik takdir. Pitaloka adalah miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines