We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Spellbound [On Going]

Spellbound [On Going]

  • WpView
    Reads 395
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 22, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Edrea, gadis yang memancarkan vibes maskulin, bersifat periang dan disenangi sekitar. Mempunyai segalanya, harta, teman, pamor, tetapi kurang di akademik. Di suatu waktu menemukan Elora, gadis cerdas yang memiliki kepribadian misterius, sama sekali tidak mencolok, tetapi dampak kehadirannya sangat terasa bagi Edrea. Ketika dunia keduanya bertemu, makin kesana Edrea makin menyadari ada hal lain yang hilang dalam diri. Apakah mereka bisa menemukan dalam tiap perjalanan? Tentang dua luka kecil yang rasa sakitnya besar, yang sudah bertahan lama tanpa disadari. Alih-alih sempurna seperti semula, bagaimana jika dua luka itu saling menyembuhkan saja? --- Warning! Gxg and 18+ area😆
All Rights Reserved
#515
girllove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines