Oblivio

Oblivio

  • WpView
    Reads 280
  • WpVote
    Votes 156
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 13, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Luna tak pernah menyembunyikan perasaannya. Ia mencintai Xavier dengan cara yang paling jujur tanpa sandiwara, tanpa takut akan penolakan. Meskipun tahu mereka dipisahkan oleh keyakinan yang berbeda, Luna tetap memilih untuk bertahan. Karena baginya, mencintai Xavier bukan tentang memiliki, tapi tentang keberanian untuk tetap berharap. Xavier, pemuda dengan mimpi besar menjadi nahkoda, hidup dalam bayang bayang luka yang tak terlihat. Ibunya menolak kehadirannya, membenci, bahkan setiap napas yang ia ambil. Ia belajar menjadi dingin, menjadi seseorang yang menutup diri dari kasih, seolah cinta adalah pelabuhan yang tak layak ia singgahi. Hingga suatu malam, kecelakaan merenggut sebagian dari dirinya termasuk ingatan yang selama ini menjaga jarak antara mereka. Sejak saat itu, segalanya berubah. Xavier yang dulu dingin kini mulai terbuka, dan untuk pertama kalinya Luna melihat secercah kemungkinan dari cinta yang dulu hanya bertepuk sebelah tangan. Sebuah awal baru, dari kehilangan yang tak pernah diduga. (Sempat terjadi perubahan alur)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time

BEBERAPA PART DI PRIVATE, SILAKAN FOLLOW UNTUK MEMBUKA. Dalam pikiran dan hati Laura hanya ada Leon. Laki-laki itu seolah sudah menjadi pusat dunianya. Semua orang tahu bagaimana kerasnya cara gadis itu selalu mengejar dan berusaha menarik perhatian Leon. Tetapi setelah malam itu, Laura tidak lagi mengejar dan berusaha mendapatkan perhatian Leon. Tatapan penuh cinta dan kasih sayang itu sudah berganti dengan tatapan penuh kebencian dan perasaan muak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines