Whispers of Christy (revisi)

Whispers of Christy (revisi)

  • WpView
    Reads 99,348
  • WpVote
    Votes 6,069
  • WpPart
    Parts 48
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 18, 2025
Aku lahir dari rahim yang tak pernah lagi bisa melahirkan. Dan sejak hari itu, rumah ini kehilangan senyumnya-dan aku, kehilangan hakku untuk disebut "anak." Shani, Gracia, Chika, Zee... mereka empat putri yang disanjung. Kakak-kakakku. Tapi tak satu pun dari mereka pernah mengakuiku sebagai bagian dari mereka. Di rumah ini, aku tak lebih dari bisikan: tak didengar, tak dilihat, dan tak pernah dicari. Mommy dan Daddy hanya menyapa dengan diam. Kadang aku ingin bertanya: kenapa Tuhan menempatkanku di tempat yang begitu membenciku sejak awal? Tapi aku masih di sini. Menjadi luka yang bernapas. Menjadi cahaya kecil yang tak padam. Karena bisikan pun bisa tumbuh jadi suara... jika didengar oleh hati yang salah satu hari nanti akan menyesal.
All Rights Reserved
#324
oniel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {End}
  • BACKSTREET
  • Mission
  • Change The Plot (Niel)
  • REGAN's Crazy Wife
  • Drama di Pintu Kosan
  • Chana's Transmigrasi

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines