Story cover for Seperti Kita Tak Pernah Terluka by sastrapawira
Seperti Kita Tak Pernah Terluka
  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 10
Complete, First published Apr 25, 2025
Novel Ketiga

Lanjutan dari Setelah Kita Menghilang

Di antara riuh langkah kaki di Pasar Gede, bunyi gamelan yang mengalun lembut dari pendapa keraton, dan aroma rempah yang menguar dari wedangan malam hari, ia mencoba melanjutkan hidupnya yang retak diam-diam.

Kota Surakarta tak pernah benar-benar berubah. Tapi dirinya-perlahan-telah banyak kehilangan. Setelah cinta yang tak pernah jadi, dan luka yang tak sempat diberi jeda, ia hanya ingin tenang. Menyatu dalam ritme kota yang pelan tapi setia, seperti langkah penari yang tak pernah terburu-buru.

Lalu seseorang datang. Bukan dengan janji, bukan dengan bunga. Tapi dengan secangkir teh panas di warung kecil dekat Loji Gandrung, dan percakapan ringan tentang hidup yang tidak selalu harus dimengerti. Seseorang yang hadir tak mengganggu, hanya duduk di samping, dan lama-lama menjadi bagian dari hari.

Bersama dia, ia kembali mengenal hangatnya menjadi dilihat. Bukan karena siapa yang ia cintai sebelumnya, bukan karena siapa ia dahulu. Tapi karena siapa ia kini-utuh meski pernah patah.

Di kota yang sarat cerita dan kerinduan ini, ia mulai percaya bahwa tidak semua yang datang terlambat. Beberapa justru datang di saat hati akhirnya siap, untuk menerima cinta yang tak banyak bicara, tapi dalam-seperti Surakarta itu sendiri.
All Rights Reserved
Sign up to add Seperti Kita Tak Pernah Terluka to your library and receive updates
or
#886mahasiswa
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 7
When Mr. Bossy Falling In Love cover
Tenggelam Dalam Rindu  cover
Mari Saling Bicara cover
JATUH CINTA SETELAH MENIKAH cover
Sekali Lagi cover
Pelangi di Balik Hujan Rindu cover
Traces in the Light  cover

When Mr. Bossy Falling In Love

11 parts Complete Mature

Ketika sedang asyik menonton konser dan teringat akan tas jingjing kecil yang dibawa raib dari tangan, seketika itupula sosok di samping menjadi tertuduh. Adu mulutpun terjadi sehingga memancing semua orang menyaksikan, eh ternyata tas yang dicari tepat berada di bawah kaki gadis itu. Detik selanjutnya gadis itu tersenyum kaku dan kabur seketika itu pula karena merasa amat malu. Dan siapa sangka sosok yang dituduhnya telah mencuri tasnya itu satu kampus walau beda jurusan dengannya. Yang paling menyebalkan sosok itu ternyata preman kampus, bodohnya dia tak mengenali. Bagaimana caranya kabur saat tak sengaja bertemu dengannya? Dan bagaimana caranya menghindar ketika sosok itu mulai penasaran bahkan jatuh cinta padanya, bahkan memaksanya untuk mencintai balik? "Enggak, lo itu gak suka sama gwe, elo cuma mau bales dendam kan gara-gara gwe tuduh nyopet?" Teriak gadis itu "Kita liat saja nanti" sosok itu memperlihatkan senyum misteriusnya.