Elodie: The Wingless Fairy

Elodie: The Wingless Fairy

  • WpView
    Reads 2,368
  • WpVote
    Votes 533
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 1, 2026
WpInfo
Fanfic
Seventeen
Alternate Universe (AU)
Fantasy
Mythical Creatures
Sejak kecil, Kafka hidup dalam bayang kisah yang tak selesai-tentang peri tanpa sayap yang pernah menetap di sebuah desa. Ia kerap menganggapnya hanya dongeng semata ... hingga kematian sang kakek meninggalkan dua warisan aneh: kalimat perpisahan dan sebuah surat yang diyakini bukan miliknya. Dalam pencariannya akan peri itu, Kafka menemukan ratusan surat usang milik sang Kakek. Lembaran-lembaran penuh rahasia, perlahan menyingkap masa lalu yang tak pernah ia kenal sebelumnya. Dalam diam dan duka, ia mengikuti jejak-jejak samar yang menuntunnya menembus batas waktu dan pergi ke masa lampau. Di sana, ia menjumpai kakeknya yang belum hancur oleh waktu dan menemukan bahwa dongeng yang dulu ia abaikan ... ternyata menyimpan kebenaran yang lebih dalam. ⋆˚𝜗𝜚˚⋆ Written by Heavenfily Juli, 2025
All Rights Reserved
#76
dino
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Glitch
  • Beauty and The Curse
  • Pelarian sang Calon Pengantin [ Petualangan Nona Penakluk Wyvern #1 ]
  • Once Upon A Time
  • Never a Happy Ending - NaNoWriMo2024
  • ETHEREAL - The Kingdom of Illusion [END]
  • A Life Not Meant to Be
  • [END] Dunia Kedua
  • The Eternal Country (3) : Curse from the Past (√)
  • Evergenity
Glitch

Glitch (completed) ------------------------------------------------------- "Neo lagi apa, Yah? Aku mau bicara, dong." "Siapa?" "Neo. Udah bangun belum dia?" "Neo siapa, Lin?" Aku bersumpah jantungku berhenti berdetak selama beberapa detik. "Maksud Ayah apa?" "Lah? Itu kamu tadi nanyain siapa? Mau bicara sama Bi Dedeh?" "Yah ... jangan bercanda." Bahkan sambil mengatakannya, aku tahu Ayah tidak sedang bercanda. Aku tahu ada sesuatu yang salah. "Ngomong apa, sih, kamu? Lin, udah dulu, ya. Ayah hampir telat berangkat kerja." "Tunggu! Tolong jangan bikin aku tambah pusing, Yah. Aku mau bicara sama adikku!" Hening selama beberapa detik. "Sepertinya kepalamu benar-benar keras terbentur." "Maksudnya?" tanyaku di tengah degup jantung yang tak karuan. "Alin, kamu gak punya adik. Kamu itu anak semata wayang." *** Dalam sebuah perjalanan kereta, Alin, seorang gadis remaja berusia tujuh belas, terbangun dari tidurnya. Saat itu, ia menyadari beberapa hal terasa sedikit berbeda dari sebelum ia jatuh tertidur. Termasuk, bayangannya sendiri di cermin. Mengapa ia mengenakan pakaian lusuh dan ketinggalan jaman? Mengapa sahabat terdekatnya tidak mengenalinya? Dan yang paling penting, ke mana perginya Neo, adik kesayangan Alin yang tiba-tiba raib seolah ditelan bumi? Apa yang sebenarnya terjadi pada Alin? Atau... pada dunia ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines