Story cover for It's Okay, Kamu Normal ! by PenaGeya_
It's Okay, Kamu Normal !
  • WpView
    Reads 218
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 23
  • WpView
    Reads 218
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 23
Complete, First published Mar 15
Banyak orang datang dan pergi tanpa alasan, sekalinya ada hanya seperti bayangan. Memang dalam menjalani proses kehidupan terkadang terasa berat dan melelahkan. Jadi tetap semangat ya untuk menggapai kebahagian.
Sering kali suara ini dibungkam, segala usaha tidak dihargai dan telinga merasakan sakit karena suara-suara yang cukup berisik. Lalu esokan harinya semua dibanding-bandingkan seolah apapun yang dijalani salah sehingga terpaksa wajah ini memakai topeng kepalsuan lalu bergerak seperti wayang. 

Apakah harus diam melihat keasingan antara jiwa dan raga ini ?
Apakah salah jika menjadi diri sendiri ? 
"Tuhan, kapan kebahagian datang kepadaku? Mereka sudah lari jauh didepan sedangkan diri ini masih pada tempatnya". 

Memang tanpa harapan hidup terasa hampa sedangkan kesabaran dan bersyukur merupakan salah satu kunci dalam kehidupan. Bukankah hanya Maha penciptalah yang bisa membantumu.

Jadi apakah semua ini normal? Apakah hanya diriku saja yang merasakannya? Lalu bagaimana aku harus bertahan?
All Rights Reserved
Sign up to add It's Okay, Kamu Normal ! to your library and receive updates
or
#633selfimprovement
Content Guidelines
You may also like
[✔] 7 DREAM  by Tulisannzellya
44 parts Complete Mature
"Impian yang tak akan pernah terwujud sampai kapanpun, meski sudah di perjuangan." Tentang mereka yang ditinggalkan oleh ayah mereka, saat usia mereka bisa di bilang masih sangat kecil. 7 anak laki-laki itu bernama: #1. Haskar Pamungkas, seorang anak sulung yang menderita penyakit mematikan, yaitu Kangker Jantung. #2. Rayyan Adipati, anak laki-laki yang menderita penyakit mental yang membuat ia terkadang marah yang berlebihan yaitu ' Intermittent Explosive Disorder' atau (IED). #3. Jaren Trisatya, seorang anak yang ingin menjadi atlet putsal dan taekwondo harus bertarung melawan Kangker Lambung ia derita dan Anxiety Disorder. #4. Arshaka Al-kafih, anak laki-laki yang sangat ingin menjadi seorang penulis namun sangat mustahil untuk mendapatkan impiannya itu. Dan anak yang menderita leukimia stadium akhir. #5. Shidan Rahardian, anak penderitaan skizofrenia. Dan penyakit itu begitu mengganggu pikiran dan penglihatannya. Orang orang terbiasa memanggilnya 'orang gila' karna ia sering berbicara sendiri entah dengan siapa. #6. Jarsa Radikalsya, kerap di panggil 'mayat hidup' lantaran ia menderita anemia yang membuat wajahnya terlihat pucat setiap hari. #7. Reza Al-fahri, anak bungsu yang terkenal ceria ini menderita Anxiety ringan. Dan dia mati-matian menyembuhkannya dengan menggambarkan dan menangkap foto yang indah. #⚠️JANGAN CUMA BACA DOANG! ADA TANGAN KAN? YA, VOTE KEK ATAU KOMEN. BELAJARLAH UNTUK SALING MENGHARGAI SATU SAMA LAIN# ❗No copy. Cerita ini murni pemikiran saya sendiri, tidak ada kesamaan dalam setiap adegan per-bab. Rank 🥇🥈 #1. On motivation #1. On selfimprovement #1. On jalanpulang #1. On enhypen #1. On samarinda #1. On kata #2. On reading START. Senin, 12 Mei 2025. END. Sabtu, 26 July 2025.
Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula by Irwansight
51 parts Complete
Saat ada tsunami, kita nyari objek paling kuat untuk dipegangi. Karena kita berharap dengan memegangnya, kita bisa selamat. Saat berlayar di laut, melihat mercusuar adalah hal yang istimewa, karena dia penunjuk arah dan memberi isyarat bahwa kita sudah dekat dengan dermaga. Begitupun dalam berargumen, boleh saja kita ini awam, boleh saja kita ini bukan ahlinya, tapi kita wajib memegang referensi yang memiliki bukti valid terkait hal yang sedang dibahas, karena kita berharap adanya rasa aman setelah mengetahuinya. Kita juga bisa berargumen menggunakan referensi tersebut dengan baik tanpa emosi. Kenapa banyak orang yang tersasar di gurun lalu meninggal? Ya memang mereka kehausan dan kelaparan. Lalu apa alasan lainnya? Karena saat di gurun, mereka berpatokan pada gunung pasir tertinggi yang mereka lihat, kemudian mereka mencoba untuk menaikinya dengan harapan pandangan mereka jauh lebih luas dari sebelumnya. Tapi mereka tidak sadar bahwa sebelum sampai ke gunung pasir tertinggi itu, angin kencang telah menghembuskan pasirnya dan gunung yang dimaksudkan sudah tidak ada lagi, berpindah posisi ke tempat lain. Saat ia menuju ke gunung itu, angin berhembus kencang lagi, begitu seterusnya. Orang yang tidak bersumber pada referensi valid, ia seperti orang yang ada di gurun itu. Bedanya, orang di gurun mati fisiknya. Kalau dia, mati akalnya. Itulah gambaran yang bisa gw tulis untuk mengawali kata pengantar buku ini. Tanpa sumber referensi yang valid, kita akan terhembus kemanapun angin keributan itu berarah. Buku ini pastinya banyak kekurangan, karena ditulis oleh pemula. Karenanya, segala kritik dan saran yang membangun akan selalu ditunggu agar terpeliharanya ilmu pengetahuan yang bersih dan dapat diwariskan sebaik mungkin kepada generasi penerus bangsa (yang ga ada aplikasi tiktok di hapenya). Oh ya, gaya bahasa yang digunakan pada tiap bab akan berbeda, tergantung mood yang menyertai penulisnya.
You may also like
Slide 1 of 10
Aku (hampir) Menyerah ✔️ | END cover
Kamu berharap apa? cover
Letters for Self cover
THE UNYIELDING  [END] cover
[✔] 7 DREAM  cover
Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula cover
SEANDAINYA SEMUA ORANG PERGI MENINGGALKANMU [LENGKAP] ✔ cover
Aku Saat Ini : Tidak Boleh Sempurna cover
Melepas Luka cover
Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓ cover

Aku (hampir) Menyerah ✔️ | END

31 parts Complete

[SELF IMPROVEMENT] Jatuh-bangun dalam kehidupan itu hal yang biasa. Namanya juga hidup. Kita dituntut untuk berproses dan tumbuh dengan tidak baik-baik saja. Setiap orang tumbuh dewasa melalui prosesnya masing-masing. Ada kalanya proses tumbuh dewasa itu terasa begitu melelahkan. Tidak dapat dipungkiri jika kekhawatiran dan ketakutan tumbuh dewasa akan menyelimuti. Proses panjang yang tidak berujung itu terkadang membuat kita lelah, hingga rasanya hampir menyerah. Namun, kita tahu jika proses tumbuh setiap orang berbeda-beda. Jika prosesmu terasa begitu berliku, tidak apa-apa. Itu artinya kau sedang dibentuk untuk menjadi sosok yang lebih kuat. Air mata yang kau curahkan pada setiap proses akan terbayar nantinya. Sebab, tujuan setiap manusia pastilah sama. Kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup. . Cerita yang ditulis berupa esai berdasarkan pengalaman penulis. Melalui cerita ini, penulis berharap siapa pun yang membaca dan mungkin tengah berada dalam fase yang sama, dapat ikut mengambil pesan kehidupan yang penulis rasakan. "Aku ternyata mampu bertahan sampai sejauh ini. Jadi, aku percaya jika kalian bisa melakukan hal yang sama. Kita lakukan sama-sama ya, untuk terus berjuang dan jangan menyerah." - Author. . ©2022 By : Lala Cha Revisi - 2024 Rank : #1 - Improvement (220423) #1 - Motivasi Diri (220510) #5 - Nonfiksi (240125) #2 - Self Improvement (240215)